KLIKJATIM.Com | Jember -Satreskrim Polres Jember mengungkap motif di balik pembunuhan M. Syaiful Afandi (21), seorang kurir ekspedisi asal Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas.
Kapolres Jember AKBP Bobby A Condroputra menyebutkan, pelaku, Radja Abdillah (22), diduga nekat menghabisi nyawa korban karena menyimpan dendam akibat perundungan yang dialaminya saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg
Dikatakan, rasa sakit hati yang selama ini dipendam pelaku kembali muncul ketika korban mengungkit kejadian bullying tersebut saat keduanya bertemu pada 1 Juni 2026.
Menurut hasil penyelidikan sementara, pelaku awalnya mengajak korban untuk ngopi. Namun dalam perjalanan, keduanya sempat berbincang dan korban kembali menyinggung masa lalu pelaku yang pernah menjadi sasaran perundungan. Hal itu membuat pelaku tersinggung dan emosinya memuncak.
"Motif yang sementara kami temukan adalah dendam dan rasa kesal karena korban pernah melakukan bullying kepada pelaku saat masih sekolah dasar. Saat bertemu kembali, korban mengungkit kejadian tersebut sehingga memicu emosi pelaku," ujar Kapolres Jember.
Dipicu emosi dan dendam lama yang belum hilang, pelaku kemudian mengajak korban ke sebuah rumah kosong milik keluarganya di Desa Bogorejo, Kecamatan Gumukmas. Di lokasi itulah terjadi aksi kekerasan yang berujung pada kematian korban.
Baca juga: Dua Mantan Karyawan Konter HP di Jember Akui Ambil 73 Unit Ponsel Dalam Persidangan
Meski demikian, polisi masih mendalami apakah perbuatan tersebut dilakukan secara spontan karena emosi sesaat atau telah direncanakan sebelumnya. Kepastian itu masih menunggu hasil autopsi dan pengembangan penyidikan lebih lanjut.
Editor : Wahyudi