TTL Gandeng ALFI Jatim Perkuat Efisiensi Logistik, Arus Petikemas Tembus 2,19 Juta TEUs

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkokoh kolaborasi taktis dengan pelaku industri logistik nasional. Langkah ini diwujudkan melalui gelaran Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur, Rabu (10/6/2026).

Forum ini menjadi wadah krusial bagi operator terminal dan pelaku usaha forwarding untuk mengupas tuntas berbagai strategi peningkatan efisiensi layanan, sekaligus memperkuat daya saing sektor logistik di Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, manajemen TTL memaparkan sejumlah program transformasi layanan yang telah dijalankan perusahaan untuk mendongkrak produktivitas operasional dan kelancaran arus barang.

Baca juga: EAZI Pangkas Waktu Pergantian Kapal Hingga 70 Persen, TPK Nilam Catat Rekor Arus Petikemas Tertinggi 2026

Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di kawasan Indonesia Timur, TTL sukses mencatat performa impresif dengan arus petikemas konsolidasi yang mencapai 2,19 juta TEUs sepanjang tahun 2025. Kinerja moncer ini mempertegas posisi strategis TTL sebagai simpul utama dalam rantai pasok domestik maupun internasional.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, menegaskan bahwa masukan dari para pengguna jasa merupakan pilar penting dalam pengembangan layanan perusahaan ke depan.

“Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh masukan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi bersama para pemangku kepentingan agar implementasinya memberikan manfaat bagi pengguna jasa sekaligus tetap selaras dengan kebutuhan operasional,” ujar David.

Guna memangkas waktu tunggu dan mengurai kepadatan, TTL telah resmi menerapkan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026. Sistem digital ini mengatur skema kedatangan armada truk berdasarkan slot waktu operasional per empat jam, sehingga distribusi kendaraan menuju terminal menjadi jauh lebih merata.

Melalui penerapan TBS Stage 2, perusahaan membidik optimalisasi utilisasi peralatan terminal sekaligus menekan potensi antrean kendaraan, baik di area gerbang masuk (gate) maupun di lapangan penumpukan (container yard).

Baca juga: Queensway Secondary School Singapura Pelajari Operasi Green & Smart Port di PT Terminal Teluk Lamong

Tak hanya menyentuh aspek digitalisasi, TTL juga memperkuat layanan pendukung fisik dengan menyediakan fasilitas Green Shelter Waiting Area yang mampu menampung hingga 66 unit truk. Fasilitas humanis ini dilengkapi berbagai sarana penunjang yang mumpuni, mulai dari mushola, toilet, klinik, ruang induksi keselamatan, hingga layanan minuman gratis bagi para pengemudi truk.

Di saat yang sama, perusahaan terus melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan ulang dan pengembangan tata letak yard. Langkah responsif ini diambil guna mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas yang terus melonjak, mempercepat flow barang, serta mendukung penurunan masa inap petikemas (dwelling time).

Dalam forum yang berlangsung dinamis tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur menyodorkan sejumlah rekomendasi konstruktif. Beberapa di antaranya meliputi optimalisasi pengaturan slot pada sistem TBS, kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyediaan informasi Yard Occupancy Ratio (YOR) secara berkala, pengembangan sistem notifikasi otomatis bagi pengguna jasa, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor.

Baca juga: COSCO Pilih Terminal Teluk Lamong, Arus Petikemas Internasional Tumbuh Melejit di Atas 90 Persen

Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, melayangkan apresiasi tinggi atas berbagai langkah transformasi nyata yang telah dieksekusi oleh TTL dalam mendongkrak kualitas layanan kepelabuhanan. Menurutnya, sikap proaktif dan keterbukaan komunikasi yang dibangun TTL menjadi kunci utama dalam menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.

“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Dengan kolaborasi yang semakin erat, kami optimistis ekosistem logistik Jawa Timur akan semakin kompetitif dan mampu menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Sebastian.

Manajemen TTL meyakini bahwa sinergi kuat antara operator terminal, regulator, perusahaan pelayaran, asosiasi logistik, hingga pengguna jasa adalah kunci utama untuk mendorong transformasi sektor logistik nasional. Melalui kemitraan yang solid, perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih efisien, terintegrasi, dan mampu mendukung peningkatan daya saing dunia usaha secara global.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru