84 Siswa SMA Kokop Bangkalan Diduga Keracunan Makanan MBG

Reporter : Diana
Siswa SMA 1 Kokop Bangkalan saat menjalani perawatan medis karena mengalami gejala keracunan usai makan menu MBG

KLIKJATIM.Com | Bangkalan  -Sebanyak 84 orang siswa di SMA 1 Kokop diduga mengakami keracunan usai menyantap menu MBG, Kamis (4/6). Mereka mengalami mual dan muntah-muntah. Tidak hanya siswa, sebagian orang tua juga ada yang mengalami keracunan, karena sebagian makanan dibawa pulang dan dikonsumsi orang tua mereka.

"Jadi, selain siswa ada juga ada wali siswa yang terdampak. Ini terjadi karena makanan dibawa pulang, lalu dikonsumsi oleh orang tua mereka," kata saksi mata.

Baca juga: Wagub Emil Dorong Penguatan Keamanan Pangan dan Sinergi Daerah Kawal Kualitas Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Timur

Atas kejadian ini Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Bangkalan mengusut insiden keracunan massal yang menimpa siswa SMA Negeri 1 Kokop.

Satgas meminta keterangan kepada siswa yang mengalami keracunan. Mereka juga telah mendatangi penyedia makanan secara langsung.

"Kami telah melakukan investigasi mendalam dengan meminta keterangan kepada para korban dan mengamankan sampel makanan," kata Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika di Bangkalan, Jumat.

Baca juga: Usai Dicopot Sebagai Kepala BGN, Dadan Hindayana Diperiksa Kejaksaan Agung

Ia menjelaskan, kasus dugaan keracunan makanan di SMA Negeri 1 Kokop Bangkalan itu terjadi pada Kamis (4/6) setelah siswa mengonsumsi makanan yang disajikan dari program MBG.

Menurut Bambang, saat meninjau kondisi penyedia makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Satgas MBG menemukan bahwa Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi itu belum diperbarui.

Baca juga: Tak Penuhi Prosedur, 27 Dapur MBG di Sampang Diberhentikan Sementara

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan terkait kasus ini untuk melakukan uji klinis. Petugas medis di lapangan juga sudah mengamankan sampel makanan sisa dan sampel muntahan dari siswa terdampak untuk dibawa dan diperiksa secara intensif di laboratorium Surabaya," katanya menjelaskan.

Sementara itu, dari 84 orang siswa yang mengalami keracunan, hingga Jumat (5/6) sebanyak 12 orang masih menjalani perawatan di Puskesmas Kokop, Bangkalan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru