KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bojonegoro terus mendukung suksesnya program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, salah satunya melalui pengembangan Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Kunjungan Kerja Terpadu dan Pembinaan Administrasi TP PKK yang digelar di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang.
Baca juga: Detik-Detik Maut di Jalur Bojonegoro-Cepu, Remaja Tewas Usai Motor Bersenggolan dengan Truk
Kedatangan rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro disambut antusias masyarakat dan pelaku UMKM setempat yang memamerkan berbagai produk unggulan desa.
Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, mengatakan bahwa, kunjungan kerja kali ini secara khusus mengangkat tema pengembangan program Gayatri dan penanganan anak tidak sekolah. “Kegiatan kunjungan kerja kami mengambil tema pengembangan Gayatri dan penanganan anak tidak sekolah. Selain itu, pernikahan anak juga perlu kita cegah bersama,” ujar Cantika.
Menurutnya, Desa Sambongrejo memiliki potensi besar untuk terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, hingga legalitas usaha yang dimiliki masyarakat.
Cantika juga mengapresiasi keberadaan produk telur Gayatri yang dinilai mampu mendukung ketahanan pangan keluarga. Ia menjelaskan, program tersebut dapat dimulai dari skala kecil dengan memelihara sekitar 7 hingga 10 ekor ayam. “Jika program dari Pemkab mencapai puluhan ekor ayam, pengembangan Gayatri oleh TP PKK bisa dimulai dari skala kecil. Tujuannya tetap sama, yakni mendukung ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan perekonomian rumah tangga,” katanya.
Usai kegiatan pembinaan, rombongan TP PKK Kabupaten Bojonegoro juga dijadwalkan mengunjungi lansia kurang mampu yang hidup sebatang kara serta anak-anak PAUD dan TK untuk memantau pelaksanaan program Gayatri di tingkat desa.
Baca juga: Dugaan Praktik Aborsi Ilegal Mencuat, Tiga Nakes di Bojonegoro Segera Diperiksa Polisi
Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Ginuk Karniati Nur Sujito, menjelaskan bahwa program Gayatri bertujuan mendorong keluarga memelihara ayam dalam jumlah terbatas guna memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Fokusnya adalah pemenuhan gizi keluarga karena kita memiliki sumber protein hewani sendiri. Ayam yang dipelihara bisa ayam kampung biasa dan pakannya dapat memanfaatkan sisa makanan rumah tangga sehingga lebih ekonomis,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif menekan angka anak tidak sekolah.
Baca juga: Raih Nilai Sempurna, Polres Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan dan Apresiasi dari Kapolri
Ia menegaskan bahwa anak-anak perlu terus dimotivasi agar melanjutkan pendidikan hingga tuntas. Dinas Pendidikan juga telah memiliki aplikasi Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk memantau data dan penanganannya.
“Anak-anak di sekitar kita harus dimotivasi untuk masuk sekolah dan menempuh pendidikan selama 18 tahun. Saat ini kapasitas lembaga pendidikan di Bojonegoro mencukupi untuk menampung seluruh anak usia sekolah,” ungkap Agus.
Editor : Ratno