KLIKJATIM.Com | Lamongan - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi melantik dan mengambil sumpah jabatan Muhammad Nasir sebagai Direktur Kepatuhan PT BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda) di Hall Bank Daerah Lamongan, Rabu (3/6).
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) sekaligus mendongkrak profesionalisme lembaga perbankan milik daerah dalam melayani masyarakat.
Baca juga: Stasiun Lamongan Layani Lebih dari 7.200 Penumpang Periode Libur Panjang
Di hadapan jajaran yang hadir, Bupati yang akrab disapa Pak YES tersebut menekankan pentingnya menjadikan integritas sebagai budaya kerja yang mengakar di seluruh lini organisasi. Menurutnya, integritas merupakan modal paling utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan. Selain risiko finansial, sektor perbankan juga sangat rentan terhadap risiko reputasi yang dapat mengancam keberlangsungan usaha jika tidak dikelola dengan matang.
“Integritas ini penting karena salah satu risiko perbankan adalah risiko reputasi. Oleh karena itu, menjaga integritas harus menjadi komitmen bersama dan menjadi budaya kerja di Bank Daerah Lamongan,” ujar Pak YES.
Lebih lanjut, Pak YES mengingatkan agar Bank Daerah Lamongan tidak melupakan jati dirinya sebagai sahabat dekat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). BPR memiliki peran yang sangat strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah melalui jalur pelayanan dan pendampingan. Terlebih lagi, jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Lamongan saat ini telah mencapai hampir 200 ribu pelaku usaha.
Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pak Yes: Nilai Pancasila Hidup dan Tumbuh di Lamongan
Kejelasan segmen pasar ini dinilai sebagai kekuatan utama perusahaan yang harus terus dipertahankan dan diperkuat. Pak YES meminta seluruh insan perbankan daerah untuk terus turun ke lapangan dan mengakrabkan diri dengan para pelaku usaha kecil agar program-program yang diluncurkan tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Jangan meninggalkan jati diri BPR. Kita adalah sahabat UMKM dan menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan UMKM di Lamongan. Karena itu, teruslah mengakrabkan diri dengan para pelaku UMKM,” tambahnya.
Di tengah era perkembangan teknologi yang melaju pesat, Pak YES juga mendorong jajaran manajemen baru untuk memperkuat digitalisasi layanan. Langkah modernisasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kemudahan akses, mendongkrak kualitas pelayanan, sekaligus mempertebal kepercayaan nasabah.
Baca juga: Haul Akbar Wujud Syukur HJL ke-457: Mengetuk Langit demi Ketangguhan Pangan dan Sosial Lamongan
Kendati demikian, Bupati Lamongan tersebut memberikan catatan tegas bahwa transformasi digital harus diposisikan sebagai instrumen pendukung operasional semata.
Kehadiran teknologi tidak boleh menggantikan esensi dari hubungan personal (personal approach) yang selama ini menjadi keunggulan kompetitif BPR dalam merangkul para nasabah di tingkat daerah. Sinergi antara kecanggihan sistem dan kehangatan pelayanan langsung diharapkan mampu membawa Bank Daerah Lamongan tumbuh lebih sehat, akuntabel, dan kompetitif.
Editor : Fatih