Polres Kediri Tegaskan Isu Begal Pocong Info Hoaks

Reporter : Iman
Info begal dengan modus berpakaian pocong dinyatakan tidak benar atau hoaks

KLIKJATIM.Com | Kediri  - Polres Kediri menyampaikan klarifikasi terkait kabar begal dengan modus berpakaian pocong yang beredar di masyarakat. Sebab, informasi tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks. Klarifikasi disampaikan setelah beredarnya flyer di media sosial.

Dikeyahui, flyer yang menyebar luas di media sosial itu memuat imbauan terkait aksi begal pocong di wilayah Kediri dan mencantumkan logo pemerintah daerah. Berdasarkan hasil penelusuran, Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, mengungkapkan, kejadian sebenarnya terjadi di wilayah Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Baca juga: Polres Kediri Bentuk Tim Anti Begal Cegah Kriminalitas

Pada saat itu, jelas AKBP Bramastyo, tiga orang pemuda diamankan warga setelah membuat konten menggunakan pakaian menyerupai pocong. Ketiga pemuda tersebut diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor. "Salah satu dari mereka mengenakan kostum pocong untuk keperluan pembuatan konten di media sosial," kata Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, dalam keterangannya, Minggu, 31 Mei 2026.

Namun, imbuh Kapolres Kediri, sebelum video dibuat, keberadaan mereka terlebih dahulu dilihat warga setempat. Bahkan, karena dikira masyarakat, mereka itu adalah pelaku kejahatan, ketiganya kemudian diamankan secara ramai-ramai oleh masyarakat.

"Waktu itu, ketiganya diserahkan ke petugas keamanan di kawasan Plosoklaten. Penyerahan dilakukan agar proses penanganan dilakukan sesuai prosedur hukum," katanya.

Baca juga: Bayi Baru Lahir Dibuang di Persawahan Ngasem Kediri

Kapolres Kediri menegaskan, bahwa pemerintah daerah tidak pernah mengeluarkan imbauan melalui flyer yang beredar di media sosial. "Apalagi, pencantuman logo Pemkab dan Pemkot Kediri pada flyer tersebut tidak sesuai dengan informasi resmi," katanya.

Ia berpesan, agar masyarakat diimbau untuk tidak mudah resah akibat penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Hal ini karena, informasi hoaks dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di ruang publik.

Baca juga: Resahkan Warga Demi Konten, Tiga Pemuda Pembuat Hoaks Penampakan Pocong di Jember Diamankan Polisi

"Polres Kediri meminta warga lebih bijak dalam menyerap informasi dari berbagai platform, termasuk media sosial," katanya.

Pada kesempatan serupa, Kasat Binmas Polres Kediri, AKP Barkah Ramsul, juga menyarankan, kepada masyarakat untuk mencari informasi pembanding dari media arus utama atau sumber resmi kepolisian. "Untuk pelaporan gangguan keamanan, masyarakat dapat menggunakan Call Center Polri 110. Layanan tersebut dapat diakses 24 jam untuk menyampaikan informasi atau pengaduan terkait kamtibmas," kata AKP Barkah.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru