KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Tanah longsor yang melanda Dukuh Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menyebabkan akses jalan warga sempat lumpuh akibat tertutup material tanah, lumpur, dan bebatuan besar. Bencana yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak malam hingga dini hari itu juga mengakibatkan jembatan warga hanyut terbawa arus.
Pasca longsor, aparat TNI, Polri, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat langsung bergerak melakukan penanganan darurat. Fokus utama dilakukan dengan membersihkan material longsor yang menutup badan jalan agar akses warga dapat kembali terbuka.
Baca juga: Polres Ponorogo Amankan 112 Motor Untuk Balap Liar
Selain evakuasi material longsoran, petugas bersama warga juga membangun jembatan darurat dari sesek bambu sepanjang kurang lebih 10 meter untuk menggantikan jembatan yang rusak akibat banjir.
Danramil Tipe B 0802/09 Balong Kapten Czi Hadi Eko mengatakan, penanganan dilakukan secara bertahap sejak hari pertama kejadian. Menurutnya, longsor terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung semalaman.
Baca juga: Tebing 100 Meter Ambrol, Akses Ponorogo–Trenggalek Lumpuh
“Sejak Rabu pagi kami langsung melakukan pembersihan material longsor, terutama batu-batu besar yang menutup akses jalan. Hari ini dilanjutkan dengan kerja bakti pembersihan dan pembangunan jembatan darurat,” ujarnya.
Berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan, material longsoran akhirnya berhasil disingkirkan dan akses jalan mulai dapat dilalui kembali meski masih menggunakan jembatan sementara.
Baca juga: Seorang Kiai Dilaporkan Cabuli Santri Laki-laki ke Polres Ponorogo
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengapresiasi gerak cepat personel di lapangan dalam membantu penanganan bencana longsor tersebut. Ia menegaskan, kehadiran TNI harus mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat, terutama saat menghadapi situasi darurat.
Melalui sinergi antara aparat dan masyarakat, proses pemulihan dampak longsor di wilayah Balong diharapkan dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas warga kembali normal.
Editor : Wahyudi