Tebing 100 Meter Ambrol, Akses Ponorogo–Trenggalek Lumpuh

Reporter : Fauzy Ahmad
Petugas BPBD Trenggalek mengarahkan pengendara mencari jalur alternatif karena ada longsor di KM 16 Kecamatan Tugu

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Akses utama penghubung Trenggalek–Ponorogo di KM 16 Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, kembali ditutup sementara setelah terjadi longsor yang menurunkan material batu dari tebing ke badan jalan, Jumat pagi. Penutupan dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalur provinsi tersebut.

Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan penutupan mulai diberlakukan sekitar pukul 04.30 WIB setelah petugas menemukan batu dan material longsor masih terus berjatuhan dari atas tebing.

Baca juga: Bobol Rumah Warga dan Curi HP, Mahasiswa di Ponorogo Diciduk Polisi

“Penutupan dilakukan untuk keselamatan pengguna jalan karena kondisi tebing masih rawan longsor,” ujarnya.

Menurut Stefanus, sebelumnya sempat ada kendaraan yang tertimpa material longsor di lokasi tersebut. Karena itu, petugas memutuskan menghentikan sementara arus kendaraan hingga proses pembersihan dan pemantauan kondisi tebing selesai dilakukan.

Selama jalur utama ditutup, kendaraan roda dua dan mobil pribadi diarahkan melewati jalur alternatif bawah. Namun, jalur pengganti itu belum aman dilalui kendaraan besar maupun truk bermuatan karena kondisi jalan yang sempit dan terbatas.

Baca juga: Bakar Sampah Kering, Workshop Mebel Ikut Dilalap Api

Saat ini BPBD bersama aparat terkait masih melakukan pembersihan material batu dan tanah yang menutupi badan jalan. Petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi kepadatan kendaraan dari arah Trenggalek maupun Ponorogo.

Sebelumnya, longsor juga terjadi pada Kamis (21/5) sore setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Material batu dari tebing setinggi lebih dari 100 meter runtuh ke jalan raya yang berada tepat di bawah lereng.

Baca juga: Tim Reog Kyai Lodra Sapu Bersih Festival Nasional, Pemprov Jatim Perkuat Regenerasi Seniman

Meski sempat dilakukan normalisasi dan jalur kembali dibuka setelah hujan reda, akses akhirnya kembali ditutup Jumat pagi karena masih terjadi guguran batu dan pasir yang dinilai membahayakan pengendara.

Petugas memastikan jalur baru akan dibuka kembali setelah kondisi benar-benar aman dan tidak ada lagi potensi longsor susulan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru