Komitmen Dekarbonisasi, TPK Semarang Bangun Fondasi Data Emisi Terukur untuk Daya Saing Global

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Akselerasi Green Port, TPK Semarang resmi mengadopsi sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berstandar internasional ISO 14064-1:2018.

KLIKJATIM.Com | Semarang – Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) mengambil langkah progresif dalam dekarbonisasi operasional dengan mengimplementasikan sistem manajemen Gas Rumah Kaca (GRK) berbasis standar internasional. Komitmen nyata ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) dan Workshop ISO 14064, pada (15/5) lalu. 

Inisiatif strategis tersebut diambil untuk merespons tuntutan global terhadap praktik bisnis berkelanjutan, sekaligus mendongkrak daya saing pelabuhan dalam ekosistem logistik modern yang semakin mengedepankan aspek kelestarian lingkungan.Bangun Fondasi Pengelolaan Emisi Terukur dan Transparan.

Baca juga: Menaker Lantik 976 ASN, Tekankan Semangat Belajar, Integritas, dan Kekompakan

Melalui agenda intensif ini, TPK Semarang membangun fondasi sistematis dalam pengelolaan emisi GRK. Implementasi mutakhir ini mencakup identifikasi menyeluruh terhadap sumber emisi, penetapan batas organisasi dan pelaporan, hingga penerapan metode kuantifikasi yang mengacu pada standar internasional ISO 14064-1:2018.

Pendekatan tersebut memastikan seluruh proses inventarisasi emisi di lingkungan pelabuhan dilakukan secara terukur, konsisten, dan transparan. Workshop ini juga menekankan penguatan lima prinsip utama dalam pelaporan GRK, yaitu relevansi, kelengkapan, konsistensi, transparansi, dan akurasi. Kelima prinsip ini menjadi kunci krusial dalam memproduksi data emisi yang kredibel sebagai dasar pengambilan keputusan strategis korporasi.

“Penerapan standar ini tidak hanya memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi secara berkelanjutan. Ini adalah bagian dari komitmen kami menuju green port yang kompetitif di tingkat nasional maupun global,” tegas Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna.

Apresiasi dan Evaluasi Transparan dari Auditor EksternalLangkah nyata TPK Semarang dalam menjaga kelestarian lingkungan mendapat apresiasi positif dari pihak eksternal. Lead Auditor ID Survey, Fauzia Lutfiyya Haz, menilai PT Pelindo Terminal Petikemas Semarang telah menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan pengelolaan serta pelaporan emisi GRK yang sejalan dengan standar ISO 14064-1:2018.

Baca juga: Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Abdul Mu'ti Lepas 3.600 Lulusan SMK/LKP Jatim Bekerja di Luar Negeri

Meski demikian, proses evaluasi tetap berjalan demi penyempurnaan sistem di masa depan agar semakin tangguh.

"Berdasarkan hasil verifikasi kami, sistem pengelolaan emisi GRK di sini sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Namun, masih diperlukan penguatan pada aspek dokumentasi, konsistensi data, serta penyediaan eviden pendukung. Pengendalian proses juga harus ditingkatkan guna memastikan akurasi, kredibilitas, dan keberlanjutan seluruh sistem pengelolaan emisi di lingkungan perusahaan," ungkap Fauzia.

Selain pembenahan aspek manajerial, pemahaman teknis mengenai konversi emisi ke dalam satuan COâ‚‚ ekuivalen (CO2e) dengan mengacu pada nilai Global Warming Potential (GWP) terbaru turut memperkuat akurasi perhitungan. Data yang presisi ini yang akan dijadikan basis utama dalam penyusunan target penurunan emisi jangka panjang perusahaan.

Baca juga: Aksi Dramatis Polres Jember Ringkus Residivis Curanmor: Kejar-kejaran 25 Km hingga Duel Celurit

Akselerasi ESG dan Optimisme Program PROPERLangkah dekarbonisasi ini menjadi bagian integral dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendukung peningkatan kinerja lingkungan perusahaan dalam program PROPER dari pemerintah. Dengan sistem inventarisasi GRK yang terstruktur dan terstandarisasi, TPK Semarang optimistis dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dalam upaya penurunan emisi di sektor logistik nasional.

Ke depan, TPK Semarang berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif berbasis data dalam pengelolaan lingkungan. Beberapa program yang kini menjadi fokus utama meliputi optimalisasi penggunaan energi di seluruh area kerja, peningkatan efisiensi operasional alat bongkar muat, serta penguatan budaya kerja berkelanjutan di seluruh lini operasional perusahaan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru