KLIKJATIM.Com | Probolinggo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendampingi ulama sekaligus tokoh sufi dunia, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani, mengunjungi Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, Senin (18/5/2026). Kehadiran rombongan disambut gemuruh lantunan selawat nabi oleh ribuan santri dan santriwati yang memadati area pesantren.
Kunjungan strategis ini menjadi momentum penting dalam penguatan nilai-nilai keislaman, pendidikan karakter, sekaligus refleksi motivasi bagi generasi muda pesantren agar konsisten menuntut ilmu serta menjaga akhlakul karimah.
Baca juga: Lagi! Saldo Nasabah Rp1 Juta Lenyap Usai Pakai QRIS, BCA Sumenep Dinilai Lempar Tanggung Jawab
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa bahagia dan bangganya dapat kembali bersilaturahmi dengan keluarga besar Ponpes Zainul Hasan Genggong. Ia menegaskan bahwa pesantren memegang peranan krusial yang tidak hanya terbatas sebagai lembaga edukasi formal, melainkan episentrum pembentukan moral dan peradaban bangsa.
"Sebagai salah satu ponpes tertua di Jawa Timur, Ponpes Genggong bukan sekadar lembaga pendidikan, namun juga tumbuh menjadi benteng pertahanan moral yang sangat kokoh bagi Jawa Timur dan Indonesia. Bukan sekadar tempat menimba ilmu, pesantren menjelma menjadi salah satu pusat tumbuhnya peradaban sekaligus identitas sebuah bangsa," ujar Khofifah.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan bahwa sistem pendidikan pesantren memiliki keunggulan komparatif yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Pola asuh pesantren terbukti sukses melahirkan generasi yang memiliki keseimbangan utuh antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial, dengan tetap menanamkan jiwa nasionalisme demi menjaga keutuhan NKRI.
Khofifah juga menyitir sebuah hadis untuk membakar semangat belajar para santri agar kelak mampu memberikan kontribusi nyata di kancah domestik maupun internasional.
Baca juga: Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan, dan Budaya
"Rasulullah SAW bersabda, barangsiapa yang menempuh jalan bersentuhan dengan ilmu maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga Allah SWT. Semangat menempuh pendidikan anak-anakku. Jadilah kebanggaan kedua orang tua, kebanggaan para guru, pondok pesantren, dan juga kebanggaan Jatim serta bangsa Indonesia," pesannya mendalam.
Sementara itu, Al Sheikh Al Sayid Afeefuddin Al-Jailani dalam untaian tausiyahnya menaruh harapan besar agar dari rahim Ponpes Zainul Hasan Genggong kelak lahir jajaran ulama besar serta pemimpin masa depan yang membawa maslahat bagi umat manusia.
Keturunan ke-19 Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ini mengingatkan bahwa hakikat ilmu memiliki kedudukan mulia yang mampu mengangkat derajat manusia melampaui kepemilikan harta ataupun takhta materiil.
Baca juga: DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Definitif di Lima OPD
"Walau nantinya tidak menjadi ulama tersohor dunia, namun kita akan menjadi santri yang cinta kepada Rasulullah SAW dan mendapat cinta dari Allah SWT," tutur Syeikh Afeefuddin syahdu.
Di penghujung rangkaian acara, Syeikh Afeefuddin secara khusus melayangkan apresiasi dan pujian hangat kepada Gubernur Khofifah. Ia menilai kepemimpinan Khofifah di Jawa Timur merepresentasikan nilai-nilai keteladanan yang riil, berkat sikap aslinya yang rendah hati (tawaduk), ikhlas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
"Beliau mengajarkan kepada kita bagaimana tawaduk, berbuat kebaikan, dan keikhlasan kepada sesama. Bukan hanya sekadar pejabat, tapi mengajarkan kebaikan, keikhlasan, lalu tawaduk terhadap hamba-hamba Allah. Semoga keberkahan selalu menyertai beliau," pungkas Syeikh Afeefuddin.
Editor : Fatih