KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Jawa Timur kembali mencatatkan sejarah dengan meresmikan Instalasi Karantina Terpadu JATIM HUB di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo, Jumat (8/5/2026).
Fasilitas ini merupakan yang pertama di Indonesia yang mengintegrasikan layanan karantina, logistik, dan perdagangan dalam satu ekosistem terpadu.
Baca juga: Wadahi Kreativitas Siswa, SMP YIMI Gresik Sukses Gelar Spesmi’s Got Talent 2026
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding. Langkah strategis ini menjadi perwujudan visi Nusantara Integrated Trade & Quarantine Gateway.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa JATIM HUB adalah implementasi nyata dari strategi Gerbang Baru Nusantara yang menempatkan Jawa Timur sebagai pusat konektivitas dan orkestrator logistik nasional.
“Dengan adanya gerbang terintegrasi ini, proses logistik dan karantina tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terhubung dalam satu sistem yang efisien, cepat, dan transparan. Kecepatan layanan adalah kunci daya saing di pasar global,” ujar Khofifah.
Operasional karantina terpadu ini diprediksi akan membawa dampak signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Timur. Potensi lalu lintas kontainer ekspor dan impor yang masuk ke instalasi ini diperkirakan mencapai 911.360 TEUs per tahun.
Khofifah menjelaskan bahwa fasilitas ini akan memangkas dwelling time secara drastis melalui sistem joint inspection antara Badan Karantina dan Bea Cukai. Terlebih, Jawa Timur memiliki peran vital di mana Pelabuhan Tanjung Perak melayani 24 dari 41 rute Tol Laut nasional.
Baca juga: Sidang Kredit Pensiun di BRI Sumenep: Keterangan Saksi Saling Berseberangan
“Hampir 80 persen pasokan logistik untuk wilayah Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur. Keberadaan fasilitas ini semakin menegaskan posisi Jatim sebagai center of gravity perdagangan nasional,” tegasnya.
Tak hanya perusahaan besar, JATIM HUB juga dirancang sebagai pintu masuk bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), UKM, dan IKM menuju pasar internasional. Di kawasan seluas 50 hektare ini, para pelaku usaha kecil akan mendapatkan pembinaan standar kualitas agar produk daerah mampu memenuhi regulasi negara tujuan ekspor.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemprov Jatim yang telah memfasilitasi lahan seluas lima hektare di dalam kawasan tersebut.
Baca juga: Putaran Kedua ARRC 2026: Punggawa Merah Putih AHRT Optimis Taklukkan Sirkuit Chang Thailand
“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Khofifah. Dengan menempatkan Balai Karantina di satu kawasan terpadu, proses pengujian barang menjadi lebih mudah, efektif, efisien, tidak berbelit, dan yang terpenting mengurangi dwelling time,” kata Karding.
Acara peresmian juga ditandai dengan pelepasan ekspor komoditas unggulan Jatim. Komoditas tersebut antara lain Frozen Yellowfin Tuna (19,9 ton) tujuan Amerika Serikat oleh Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning, pakan ternak (20,2 ton) tujuan Timor Leste oleh PT Charoen Pokphand Indonesia, dan benih timun untuk perdagangan antar-pulau tujuan Lombok Barat oleh PT Bisi Tbk.
Kawasan JATIM HUB yang dikelola bersama BUMD PT Jatim Grha Utama (JGU) ini dilengkapi dengan fasilitas modern mulai dari laboratorium, cold storage, hingga pasar terpadu, menjadikannya standar baru layanan karantina dan logistik di tanah air.
Editor : Fatih