KLIKJATIM.Com | Jember -Kebakaran melanda sebuah warung makan Bebek Shanghai atau yang dikenal dengan Mafia Sambal di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, pada Senin (27/4/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, bertepatan dengan waktu azan subuh, dan menghanguskan bagian dapur restoran.
Baca juga: Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran.
Laporan resmi diterima petugas Damkar sekitar pukul 04.31 WIB, dan selang dua menit kemudian satu unit mobil pemadam dari Mako B langsung diberangkatkan ke lokasi dengan enam personel.
Petugas Regu B Damkarmat Pemkab Jember, Yustaniar, mengatakan bahwa timnya tiba di lokasi sekitar pukul 04.36 WIB atau kurang dari 15 menit setelah laporan diterima.
Saat tiba, api masih dalam kondisi besar dan berpusat di area dapur restoran. “Pas kita sampai di lokasi, api masih besar. Jadi kita langsung lakukan lokalisasi supaya tidak merembet ke rumah warga di belakang,” ujar Yustaniar saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Menurutnya, bagian yang terbakar hanya dapur dengan luas kurang lebih 5x4 meter. Di lokasi tersebut terdapat banyak tabung gas LPG ukuran 3 kilogram yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran.
Baca juga: Nekat Akhiri Hidup, Remaja Jember Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Ponpes
Meski demikian, petugas berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 40 menit. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.52 WIB, dilanjutkan dengan pengecekan titik-titik api untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Penanganan kejadian ini juga melibatkan unsur Polsek Sumbersari, Koramil Sumbersari, serta warga setempat.
Terkait penyebab kebakaran, Yustaniar menyebut masih dalam tahap penyelidikan, namun terdapat dua dugaan awal yakni korsleting listrik atau kebocoran gas LPG.
Baca juga: Sepasang Remaja Kepergok Mesum di Semak-semak di Rambipuji Jember, Endingnya Begini
“Kalau indikasi awal ada dua, korsleting listrik atau kebocoran gas. Tapi kalau saya pribadi lebih mengarah ke korsleting, karena menurut pemilik sempat ada perbaikan kabel di area dapur kurang dari satu minggu sebelum kejadian,” jelasnya.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta akibat kerusakan pada fasilitas dapur.
Selama proses penanganan, tidak ditemukan kendala berarti dan situasi berlangsung aman serta terkendali. Petugas mengimbau kepada pelaku usaha kuliner maupun masyarakat umum untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan penggunaan gas guna mencegah kejadian serupa terulang.
Editor : Wahyudi