KLIKJATIM.Com | Jakarta – Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Gubeprnur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menerima penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dengan status kinerja tinggi dari Menteri Dalam Negeri dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXX Tahun 2026.
Acara yang berlangsung di Kantor Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta, Senin (27/4), menjadi panggung keberhasilan bagi Jatim. Berdasarkan SK Mendagri Nomor 100.2.7_739 Tahun 2026, Jawa Timur meraih skor 3,4695 (Status Kinerja Tinggi), sebuah angka yang mengonfirmasi efektivitas tata kelola pemerintahan di Bumi Majapahit.
Baca juga: Sering Ngantuk Saat Pulang Kerja? Simak Tips MPM Honda Jatim Cegah Bahaya Microsleep di Jalan
Pencapaian kali ini terasa sangat istimewa karena Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah peraih penghargaan terbanyak secara akumulatif. Dari total 29 penghargaan yang dibagikan secara nasional, 11 penghargaan (hampir 40%) berhasil dibawa pulang oleh Jawa Timur.
Rincian perolehan penghargaan tersebut meliputi satu Penghargaan untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur, delapan Kabupaten Terbaik (dari total 15 kabupaten se-Indonesia), dan dua Kota Terbaik (dari total 9 kota se-Indonesia).
Kabupaten/Kota yang sukses meraih penghargaan antara lain: Kabupaten Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Malang, Nganjuk, Ngawi, Sidoarjo, serta Kota Blitar dan Kota Surabaya.
"Alhamdulillah, hari ini kita memanen buah dari kerja keras dan sinergitas. Jawa Timur membawa pulang total 11 penghargaan. Ini adalah bukti bahwa kinerja kabupaten/kota kita sangat luar biasa dan menjadi yang terbanyak di Indonesia," ujar Gubernur Khofifah penuh bangga.
Baca juga: Peringatan Hari Otoda Ke-30: Bupati Lamongan Ajak Perkuat Sinergi Wujudkan Kemandirian Daerah
Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari implementasi semangat Otonomi Daerah yang aplikatif. Ia menyebutkan bahwa visi pemerintah pusat, yakni Asta Cita, telah diterjemahkan secara konkret di Jawa Timur melalui sembilan misi pembangunan 2025–2029 yang dikenal dengan Nawa Bhakti Satya.
"Asta Cita kami aplikasikan lewat Nawa Bhakti Satya, yang mencakup sektor kesejahteraan, kesehatan, hingga kelestarian lingkungan. Kami di daerah berkomitmen untuk selalu menguatkan dan menyukseskan program prioritas pusat," tegasnya.
Dalam upacara tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, yang hadir mewakili Mendagri Tito Karnavian, memberikan pengingat penting mengenai esensi desentralisasi.
Baca juga: Jelang Iduladha 1447 H, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Hewan Kurban di Jatim Surplus dan Sehat
"Kewenangan tanpa integritas hanya melahirkan kesewenang-wenangan. Otonomi Daerah bukan hanya soal kekuasaan untuk mengatur, tetapi tanggung jawab untuk terus menghadirkan pelayanan publik yang berkeadilan," pesan Bima Arya.
Pencapaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh perangkat daerah di Jawa Timur untuk terus mempertahankan standar kinerja tinggi demi kesejahteraan masyarakat yang merata.
Editor : Fatih