KLIKJATIM.Com | Yogyakarta – Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia harus puas finis sebagai runner-up Proliga 2026 setelah kalah dari Jakarta Pertamina Enduro pada Grand Final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Hasil tersebut menambah catatan panjang tim voli putri asal Gresik sebagai penghuni posisi kedua kompetisi kasta tertinggi bola voli nasional. Sepanjang keikutsertaan sejak 2002, Gresik Phonska kini tercatat tujuh kali menjadi runner-up Proliga.
Sebelumnya, tim kebanggaan Kota Pudak itu juga finis di posisi kedua pada musim 2002, 2003, 2004, 2006, 2007, dan 2022. Kini, pada musim 2026, catatan tersebut kembali bertambah.
Di partai final musim ini, Gresik Phonska harus mengakui keunggulan Jakarta Pertamina Enduro yang tampil solid sepanjang dua leg grand final. Pada leg kedua, Gresik Phonska menyerah tiga set langsung dengan skor 25-19, 25-23, dan 25-21.
Meski gagal meraih gelar juara, perjuangan Gresik Phonska sepanjang musim patut diapresiasi. Tim ini mampu menembus grand final setelah bersaing ketat dengan tim-tim kuat lainnya, termasuk Jakarta Popsivo Polwan dan Jakarta Electric PLN Mobile.
Pelatih Gresik Phonska, Alessandro Lodi, mengakui lawannya tampil lebih baik di partai puncak.
“Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik,” ujarnya usai pertandingan.
Meski demikian, status runner-up ketujuh ini menunjukkan konsistensi Gresik Phonska sebagai salah satu kekuatan utama voli putri Indonesia. Dalam lebih dari dua dekade keikutsertaan di Proliga, tim ini terus mampu bersaing di papan atas meski gelar juara masih belum berhasil diraih.
Dukungan masyarakat Gresik pun tetap mengalir. Banyak pihak menilai capaian musim ini menjadi modal penting untuk bangkit dan kembali berburu gelar pada Proliga musim berikutnya.
Jalannya Pertandingan Leg 2 Grand Final Proliga 2026
Pada set pertama, JPE langsung tampil agresif dengan menurunkan komposisi terbaik yang diperkuat Megawati Hangestri, Irina Voronkova, Wilma Salas, Tisya Amallya, Rissa Mega, dan Nurlaili. Serangan bertubi-tubi membuat Gresik Phonska kesulitan mengembangkan permainan.
Gresik Phonska yang mengandalkan Medi Yoku, Arnetta Putri, serta dua pemain asing Annie Mitchem dan Oleksandra Bytsenko, berusaha memberi perlawanan. Namun solidnya pertahanan JPE membuat serangan lawan kerap kandas. Set pertama pun ditutup JPE dengan kemenangan 25-19.
Memasuki set kedua, pertandingan berjalan lebih ketat. Gresik Phonska tampil lebih berani dan beberapa kali mampu menyamakan kedudukan. Kejar-mengejar angka berlangsung sengit hingga penghujung set.
Namun pengalaman dan mental juara JPE menjadi pembeda. Trio Megawati, Irina Voronkova, dan Wilma Salas sukses menyumbang poin-poin penting di saat krusial. JPE akhirnya merebut set kedua dengan skor tipis 25-23.
Tertinggal dua set membuat tekanan semakin besar bagi Gresik Phonska. Sementara JPE yang hanya membutuhkan satu set lagi tampil semakin percaya diri.
Pada set ketiga, JPE terus memimpin jalannya laga dan sempat unggul jauh 23-17. Meski Gresik Phonska berusaha bangkit, JPE tetap mampu menuntaskan pertandingan dengan kemenangan 25-21 sekaligus memastikan gelar juara Proliga 2026.
Pelatih JPE, Bullent Karsioglu, mengatakan kesabaran menjadi kunci sukses timnya di partai final.
“Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini,” ujarnya usai laga.
Ia juga menegaskan kesiapan tim jika mendapat kesempatan mewakili Indonesia di level internasional.
“Jika kami diberi kesempatan oleh federasi, Pertamina siap mewakili Indonesia di kancah internasional. Karena di tim ini banyak pemain potensial,” katanya.
Salah satu bintang JPE, Megawati Hangestri, mengaku bersyukur atas keberhasilan timnya mempertahankan gelar.
Baca juga: Grand Final Proliga 2026, JPE Ungguli Gresik Phonska Plus pada Leg 1
“Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus,” ucap Megawati.
Gelar juara musim 2026 ini menjadi trofi keempat JPE sejak mengikuti Proliga pada 2013, setelah sebelumnya juara pada 2014, 2018, dan 2025.
Peringkat 4 Besar Proliga 2026 Putri:
1. Jakarta Pertamina Enduro
2. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia
3. Jakarta Popsivo Polwan
4. Jakarta Electric PLN Mobile.
Editor : Abdul Aziz Qomar