Anting Tersangkut Sampai Telinga Bengkak, Remaja di Jember Menangis Minta Bantuan Damkar

Reporter : Muhammad Hatta
Petugas Damkarmat Jember saat berusaha melepas anting

KLIKJATIM.Com | Gresik - Seorang remaja perempuan bernama Kurniatus Sholiha warga Jalan Bidadung Nomor 17, Dusun Bidadung Kulon RT 07/RW 13, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur. 

Mendatangi Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Pemerintah Kabupaten Jember di Jalan Danau Toba, Kecamatan Sumbersari, pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 18.33 WIB.

Baca juga: DPRD Jember Teken Pakta Integritas, Siap Kawal Empat Tuntutan Mahasiswa ke Pemerintah Pusat

Remaja perempuan berumur sekitar 18 tahun itu, datang dalam kondisi panik dan menangis. 

Ia meminta pertolongan petugas Damkarmat, karena anting di telinga sebelah kanannya tidak bisa dilepas hingga menyebabkan pembengkakan.

Peristiwa ini bermula sekitar tiga hari sebelum kejadian, saat Kurnia sapaan akrabnya, mencoba melepas anting berbentuk ulir yang dikenakannya. 

Namun, anting tersebut diduga tersangkut sehingga tidak dapat dicopot. Awalnya, korban mengira anting itu bisa dilepas sendiri seiring waktu, sehingga dibiarkan.

Tapi kondisi justru memburuk, karena anting semakin menempel pada kulit daun telinga dan memicu pembengkakan disertai rasa nyeri.

Karena tidak kunjung membaik dan rasa sakit semakin terasa, Kurnia akhirnya dibawa ke Mako Damkar Jember untuk meminta bantuan evakuasi. 

Setibanya di lokasi, korban tampak terus menangis akibat rasa sakit sekaligus ketakutan menghadapi proses pelepasan anting tersebut.

Baca juga: Suarakan #IndonesiaCemas, 500 Mahasiswa Kepung DPRD Jember Soroti Kelangkaan Pertalite hingga MBG

Salah satu anggota Mako A Damkar Pemkab Jember, Aris Setiawan, menjelaskan bahwa kondisi anting yang menempel cukup menyulitkan proses evakuasi. 

“Awalnya anting itu mau dilepas tidak bisa, lalu dibiarkan. Mungkin dikira bisa copot sendiri, tapi ternyata malah menempel dengan kulit hingga menyebabkan bengkak selama kurang lebih tiga hari,” ujarnya saat dikonfirmasi usai melakukan proses evakuasi.

Menurut Aris, tim terpaksa menggunakan gergaji kecil untuk memotong bagian anting karena sistem ulir membuatnya tidak bisa dilepas secara manual. 

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat posisi anting yang sangat dekat dengan kulit daun telinga, hanya berjarak beberapa milimeter.

Baca juga: Kolaborasi Universitas Jember dan Honda Dorong Generasi Muda Aktif Donor Darah

“Karena sudah menempel dan tidak bisa diputar lagi, akhirnya kami gergaji menggunakan alat kecil. Prosesnya sekitar 10 menit dan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai korban,” jelasnya.

Selama proses berlangsung, korban terus menangis karena rasa sakit dan ketakutan, namun petugas berupaya menenangkan sekaligus memastikan tindakan berjalan aman. 

Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan anting berhasil dilepas tanpa menimbulkan luka serius.

“Alhamdulillah proses evakuasi sukses, anting bisa dilepas dengan aman,” pungkas Aris.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru