Gubernur Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim: Perkuat Logistik Digital Berbasis Sistem FIFO

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Gubernur Khofifah Resmikan Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim: Perkuat Logistik Digital Berbasis Sistem FIFO

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi meresmikan Gedung Gerha Majapahit dan Gedung Olahraga (GOR) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo, Kamis (9/4). Peresmian ini menandai langkah besar Jawa Timur dalam memodernisasi manajemen logistik kebencanaan melalui sistem digital.

Gedung Gerha Majapahit seluas 19 x 24 meter persegi akan difungsikan sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan. Sementara itu, GOR BPBD seluas 26 x 14,5 meter persegi dibangun khusus untuk menunjang kebugaran dan pelatihan fisik para personel lapangan.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya

Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menekankan bahwa fasilitas baru ini harus dibarengi dengan penerapan ekosistem digital, khususnya metode First In, First Out (FIFO). Sistem ini memastikan barang yang pertama kali masuk ke gudang adalah yang pertama kali didistribusikan, guna menjaga kualitas dan mencegah pemborosan akibat masa kedaluwarsa.

"Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal. Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka FIFO Sistem bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik," ujar Khofifah.

Ia juga memperingatkan jajarannya agar tidak ada lagi logistik yang terbengkalai hingga tidak layak pakai.

"Melalui FIFO Sistem bisa diketahui apakah logistik sudah masuk tanggal expired atau belum. Jangan sampai itu terjadi," imbuhnya tegas.

Baca juga: Dongkrak Daya Saing, Kemnaker Fasilitasi Sertifikasi Kompetensi Gratis Bagi Alumni MagangHub

Selain aspek fasilitas, Gubernur juga memberikan instruksi khusus kepada Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur terkait ancaman musim kemarau ekstrem dan fenomena El Nino. Mitigasi sektor pertanian menjadi prioritas agar ketahanan pangan tetap terjaga.

"Berbagai langkah antisipatif telah disiapkan. Pompa-pompa air dalam akan disiapkan menghadapi musim kemarau oleh Dinas PU Jatim kepada daerah-daerah yang sudah dipetakan sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap di angka 2,7. Kita harus melakukan kewaspadaan berganda," tegas Gubernur.

Kalaksa BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa pembangunan kedua gedung ini merupakan bagian dari upaya penguatan kapasitas SDM dan operasional kebencanaan. Proyek yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2025 (Juni hingga Desember) ini didanai oleh APBD Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Sinkronisasi Pusat: Khofifah Pastikan WFH ASN Pemprov Jatim Berlanjut, Jadwal Geser ke Hari Jumat

Gatot juga menekankan bahwa selama masa pembangunan 180 hari kalender, pihaknya mendapatkan pendampingan langsung dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan hadirnya Gerha Majapahit sebagai pusat logistik yang representatif, diharapkan kecepatan respons BPBD Jatim dalam situasi darurat di masa mendatang akan semakin meningkat.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru