KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyakit menular dan mematikan seperti Campak harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Sebab saat ini jumlah kasus campak di Kabupaten Sampang mencapai 90 kaus.
Dari data yang diperoleh dari 22 Puskesmas, ada tiga Puskesmas yang kasusnya paling menonjol, diantaranya Puskesmas Tambelangan, Banyuanyar dan Puskesmas Robatal, yaitu masing-masing 12 kasus.
Baca juga: Peluang Besar untuk Sampang: Pengembangan Lapangan Hidayah Buka Potensi Jadi Daerah Penghasil Migas
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, melalui Ketua Tim Survei Imunisasi, Laili Nafila, mengatakan bahwa dari 90 kasus tersebut diambil sampel dari 11 kecamatan yang mengarah ke Campak.
"Kecuali Puskesmas Tamberuh dan Bunten Barat yang tidak melaporkan," jelasnya, Selasa (7/4/2026).
Sementara informasi terkait adanya pasien meninggal akibat Campak, Laili membenarkan. Hanya pasien tersebut bukan berdomisili di Sampang, melainkan di Jakarta.
Baca juga: Semarak HUT Ke-81 RI, Ribuan Siswa TK dan PAUD Pangarengan Sampang Ikuti Lomba Mewarnai
"Tapi warga Sampang, Asal Kecamatan Kedungdung. tapi dia sudah sakit mulai dari di Jakarta. Jadi pas mudik sudah sakit, gak sempat pulang ke rumah, langsung ke rumah sakit," terangnya.
"Menular hanya pada yang kotak dengan dia," imbuhnya.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Camplong Sampang, Satu Pelajar Meninggal
Penderita Campak biasanya cakupan imunisasi nya rendah sehingga daya tahan tubuhnya juga rendah. Hal itu merupakan faktor kesadaran masyarakat akan pentingnya mengikuti imunisasi.
"Kami telah gencar melakukan promosi, baik penekanan terhadap Puskesmas, Posyandu, sosialisasi terhadap tokoh Agama, serta memanfaatkan sosial media," pungkas Laili.
Editor : Abdul Aziz Qomar