Konflik Halmahera Tengah Dipastikan Bukan Isu SARA, Polisi Imbau Publik Tetap Tenang

Reporter : Hirna Ramadhanianto
Tangkapan layar video di media sosial warga panik saat terjadi kerusuhan di Halmahera Tengah

KLIKJATIM.Com | Halmahera  -Publik sempat dihebohkan oleh beredarnya video di media sosial yang menarasikan adanya konflik antaragama antara kelompok Muslim dan Kristen di wilayah Halmahera Tengah, Maluku Utara. Menanggapi hal tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah bergerak cepat memberikan klarifikasi guna meredam potensi keresahan di masyarakat.

Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara, Waris Agono, menegaskan bahwa insiden yang terjadi bukanlah konflik berbasis suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan dipicu oleh provokasi serta penyebaran informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Baca juga: Gempa M 7,7 Guncang Sulut, BMKG Catat Tsunami di Talaud, Sitaro, dan Halmahera Barat

“Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar,” ujarnya di Ternate, Senin.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan bukti adanya keterlibatan kelompok agama atau komunitas tertentu secara sistematis dalam peristiwa tersebut. “Belum ada petunjuk yang mengarah ke sana,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula dari konflik antarwarga yang terjadi pada Jumat (3/4) pagi. Insiden dipicu oleh ditemukannya jasad seorang warga Desa Banemo di area kebun yang berada di wilayah Desa Sibenpopo, yang kemudian memicu aksi saling serang antarwarga kedua desa.

Wakil Kepala Polda Maluku Utara, Stephen M. Napiun, menguatkan bahwa kejadian tersebut merupakan tindak pidana murni berupa perkelahian antarkampung. “Peristiwa ini adalah murni tindak pidana, bukan konflik agama atau SARA,” jelasnya.

Aparat kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan yang menjadi pemicu bentrokan tersebut.

Baca juga: 321 WNA Jaringan Judi Online Internasional Ditangkap Bareskrim Polri

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mendorong dialog antarwarga.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama jajaran TNI/Polri juga telah berada di lokasi guna menjaga stabilitas keamanan. “Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil,” ujar gubernur.

Sebagai langkah lanjutan, Bupati Halmahera Tengah, Ikram M Sangaji, dijadwalkan menggelar pertemuan mediasi antara perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.

Di tengah beredarnya potongan video dengan narasi yang menyesatkan, kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Baca juga: Mabes Polri Tangkap WNI Buronan Interpol di Bandara Soetta

“Jangan sampai isu yang tidak jelas justru memperkeruh situasi dan menimbulkan kesalahpahaman,” tegas Kapolda.

Pihak berwajib juga mengingatkan bahwa penyebaran informasi bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Saat ini, sebanyak 250 personel gabungan TNI/Polri telah dikerahkan ke lokasi guna memastikan keamanan tetap terkendali dan mencegah eskalasi konflik susulan.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru