KLIKJATIM.Com | Tulungagung -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, menangani dua titik longsor di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, yang terjadi usai hujan deras pada Kamis (2/4).
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tulungagung Teguh Abianto, di Tulungagung, Jumat, mengatakan petugas langsung melakukan asesmen, pembersihan material, serta langkah mitigasi untuk mencegah longsor susulan.
Baca juga: Pemkab Tulungagung Usulkan Tambahan Dua Bus Sekolah Angkutan Pelajar Gratis
"Petugas bersama warga sudah melakukan pembersihan material longsor dan melakukan penanganan di lokasi terdampak," katanya.
Longsor pertama terjadi di tebing pembuangan tanah uruk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Dusun Krajan dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar 50 meter. Lokasi ini tidak berdampak pada permukiman warga.
Sementara longsor kedua terjadi di tebing setinggi sekitar 15 meter yang menimpa rumah milik Sugiono, menyebabkan dinding rumah jebol sepanjang sekitar 4 meter dengan tinggi 2,5 meter.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena penghuni rumah sempat menyelamatkan diri.
Baca juga: Tarik Joran Pancing Kena Aliran Listrik, Pemancing Tulungagung Meregang Nyawa
Menurut Teguh, hujan deras dengan intensitas tinggi serta kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama terjadinya longsor di wilayah tersebut.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, petugas memasang terpal pada tebing pembuangan tanah uruk untuk mengurangi resapan air dan mencegah longsor susulan.
Baca juga: Bahayakan Keselamatan, Tim Gabungan Tulungagung Pasang Perangkap Buaya
"Kami pasang terpal untuk menahan air agar tidak memicu longsor susulan yang berpotensi membahayakan warga," ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Editor : Wahyudi