KLIKJATIM.Com | Bondowoso - Jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Bondowoso bertambah 5 orang. Itu terjadi setelah satu keluarga terdiri dari istri, anak, menantu dan cucu terpapar virus corona. Mereka adalah keluarga salahsatu kepala dinas di Pemkab Lumajang yang sebelumnya dinyatakan posiitif juga.
[irp]
Baca juga: Pertahankan Status Dunia, Gubernur Khofifah Pimpin Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen
"Satu keluarga asal Kecamatan Bondowoso ini menjadi satu klaster sendiri. Keluarga itu merupakan keluarga seorang kepala dinas di Pemkab Lumajang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bondowoso dr Mohammad Imron.
Dikatakan, kelima orang terkonfirmasi terpapar Covid-19 adalah istri kepala dinas, dua orang anak, satu menantu, dan satu orang cucu berusia 2 tahun. Sedangkan Pria yang uga sebagai kepala dinas berdasarkan dua kali uji cepat menunjukkan hasil non reaktif atau negatif.
Baca juga: Awas! Parkir Sembarangan di Jalan Bojonegoro, Siap-Siap Diderek!
"Istri kepala dinas itu merupakan kasus konfirmasi positif ke-2, sedangkan anaknya kasus ke-3, dan ke-4. Sementara menantu menjadi kasus ke-7, dan cucu menjadi kasus ke-8," terang dia.
Dijelaskan, istri kepala dinas atau kasus ke-2 sudah sembuh dan dinyatakan sudah negatif dari paparan Corona. Dia menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang masih terkonfirmasi positif menjalani perawatan dan isolasi di rumah sakit. Kasus konfirmasi ke-7, dan ke-8 adalah tambahan baru yang diumumkan Minggu (10/5/2020). "Hari ini ada tambahan konfirmasi positif dua orang. Keduanya dari klaster keluarga (Nangkaan)," ujar Imron.
Baca juga: Truk Beras vs Truk Air Mineral Adu Banteng di Jalur Bondowoso–Besuki, 2 Tewas
[irp]
Hingga kini ada delapan kasus terkonfirmasi positif Corona di Kabupaten Bondowoso. Kedelapan kasus itu terbagi dalam tiga klaster, yakni Klaster Asrama Haji Sukolilo, Klaster Temboro, dan Klaster Nangkaan. Klaster Asrama Haji Sukolilo ada satu orang dari Kecamatan Wringin dan menjadi kasus pertama. Orang ini sudah sembuh dan negatif Corona. (hen)
Editor : Abdus Syukur