KLIKJATIM.Com | Lamongan – Memasuki perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, ragam kuliner khas Kabupaten Lamongan diprediksi kembali menjadi hidangan utama yang paling diburu, baik untuk santapan keluarga maupun suguhan bagi para tamu.
Kekayaan bumbu rempah dan keunikan cita rasa lokal menjadikan deretan menu tradisional Bumi Jaka Tingkir ini sebagai elemen tak terpisahkan dalam merayakan hari kemenangan. Berikut adalah rangkuman kuliner wajib yang siap memanjakan lidah pemudik dan warga lokal.
Baca juga: Momentum HJL ke-457, Bupati Lamongan Resmikan Tiga Layanan Baru di RSUD Ngimbang
Ikon Kuliner Berkuah: Soto Ayam dan Tahu Campur
Soto Ayam Lamongan tetap menempati kasta tertinggi dalam daftar menu Lebaran. Ciri khas taburan koya udang yang gurih memberikan tekstur kental pada kuah kuningnya yang segar. Menu ini dinilai praktis karena dapat disajikan dalam porsi besar untuk menjamu kerabat yang datang bersilaturahmi.
Selain soto, Tahu Campur menjadi alternatif favorit. Perpaduan daging sandung lamur, tahu goreng, lentho singkong, dan mie kuning yang disiram bumbu petis udang memberikan sensasi rasa manis-gurih yang otentik, sangat pas dinikmati di sore hari saat berkumpul bersama keluarga besar.
Tradisi Sego Boran yang Tak Tergantikan
Bagi masyarakat asli Lamongan, Lebaran terasa kurang lengkap tanpa Sego Boran. Nasi yang disajikan dengan aneka lauk seperti ikan sili, empuk, dan rempeyek ini menawarkan cita rasa pedas yang khas. Keberadaan penjual nasi boran yang tersebar di sudut-sudut kota menjadi magnet tersendiri bagi para pemudik yang rindu akan masakan kampung halaman.
Baca juga: Dorong Produk Perikanan Berkelanjutan, Bupati Lamongan Raih East Java Maritime Awards 2026
Pencuci Mulut Segar: Es Bathil dan Wingko Babat
Untuk mengimbangi hidangan berat, Es Bathil hadir sebagai primadona pencuci mulut. Kombinasi kue bathil yang kenyal, siwalan, dan dawet dalam siraman santan serta gula merah memberikan kesegaran instan, terutama di tengah cuaca Lamongan yang cenderung panas.
Sementara itu, untuk isian meja tamu, Wingko Babat tetap menjadi pilihan utama. Tekstur kenyal dengan aroma kelapa bakar yang kuat membuatnya tahan lama, sehingga cocok dijadikan camilan saat bercengkerama maupun dibawa sebagai buah tangan oleh para pemudik saat kembali ke perantauan.
Baca juga: Polres Lamongan Ungkap 29 Kasus Narkoba, Amankan 40 Tersangka
Persiapan Pedagang Lokal
Menjelang puncak Lebaran, sejumlah sentra kuliner di Lamongan mulai meningkatkan stok bahan baku. Para pedagang memprediksi kenaikan permintaan mencapai 50 hingga 70 persen dibandingkan hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap kuliner lokal tetap kokoh di tengah gempuran tren makanan modern.
Dengan ragam pilihan kuliner yang menggugah selera, Lamongan tidak hanya menawarkan kehangatan silaturahmi, tetapi juga petualangan rasa yang akan membekas bagi siapa saja yang berkunjung di hari raya.
Editor : Fatih