Sidak Sejumlah SPBU, Pemkab Jember Pastikan Pasokan 580 Ton Pertalite Masuk untuk Atasi Antrean

Reporter : Muhammad Hatta
Kemacetan Lalu Lintas Akibat Antrean Panjang BBM di SPBU Gajah Mada, Jember.

KLIKJATIM.Com | Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat pada Jumat (6/3/2026) pagi. Langkah ini diambil menyusul terjadinya antrean panjang kendaraan yang ingin mendapatkan BBM jenis Pertalite dalam beberapa hari terakhir.

Sidak tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Jember, Akhmad Helmi Luqman, didampingi Kepala Dinas Koperasi Jember Sartini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno Cahyadi Sembodo, perwakilan DPC Hiswana Migas Besuki, serta aparat TNI/Polri. Turut hadir Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Malang Raya, Andi Reza Ramadhan, untuk memastikan distribusi berjalan sesuai rencana.

Baca juga: Hanyut 5 Hari, Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Sungai Jember

Pj. Sekda Helmi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Jember guna merespons dinamika di lapangan. Pemerintah daerah ingin memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok BBM di Jember sebenarnya dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Kami diperintah oleh Gus Bupati mulai dari semalam. Hari ini kami keliling ke semua SPBU untuk memastikan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Jember dalam kondisi aman, bahkan mungkin sampai berlebih,” kata Helmi di sela-sela pemantauan.

Berdasarkan data dari Pertamina, total pasokan Pertalite yang masuk ke Kabupaten Jember pada hari Jumat ini mencapai 580 ton. Distribusi dilakukan secara bertahap, di mana pada tahap awal sebanyak 300 ton telah dialirkan ke SPBU-SPBU, disusul pengiriman tambahan sepanjang hari untuk mengurai kepadatan.

“Disampaikan oleh Pertamina, Pertalite yang masuk hari ini sekitar 580 ton. Tahap pertama sudah lebih dari 300 ton yang masuk ke Jember. Kalau misalkan kurang, akan dipasok lagi oleh Pertamina. Jadi jangan khawatir, Bapak-Ibu semuanya. Himbauan dari Gus Bupati kepada masyarakat Jember, jangan khawatir stok BBM di Kabupaten Jember habis. Pasti tersedia dan ada,” tegas Helmi.

Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

Meski pasokan melimpah, fenomena panic buying disinyalir menjadi penyebab utama antrean tetap mengular. Masyarakat khawatir stok akan habis sehingga melakukan pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan. Terkait hal ini, Pemkab Jember memberikan peringatan keras terhadap praktik penimbunan, terutama oleh pengecer jalanan maupun pemilik kendaraan dengan tangki modifikasi.

“Saya ingatkan juga kepada masyarakat Jember yang menimbun, hati-hati. Kami akan mengerahkan aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan di lapangan. Mengerahkan APH untuk mengecek di pinggir-pinggir jalan yang menjual bensin eceran yang menimbun dan menjual dengan harga di luar kewajaran. Termasuk kendaraan modifikasi. Kalau ada temuan, itu kewenangan APH untuk menindak,” pungkas Helmi.

Kondisi antrean ini dikeluhkan oleh warga, salah satunya Mujab Arifin, warga Kecamatan Kaliwates. Ia merasa produktivitasnya terganggu, terlebih di bulan Ramadan di mana manajemen waktu menjadi sangat krusial bagi pekerja.

Baca juga: Relawan Penyeberang di Jember Tewas Ditabrak Mobil Diduga Balap Liar

"Apalagi ini bulan Ramadan, orang mau kerja jadi terlambat. Saat puasa kan masuk siang, karena antrean BBM ini. Malah banyak yang telat. Mestinya masyarakat jangan panik," ungkap Mujab.

Senada dengan hal itu, Dani, seorang warga Kecamatan Sumbersari sekaligus pengusaha konter HP, menilai kepanikan ini berakar pada kekurangpahaman masyarakat dalam mencerna informasi mengenai cadangan energi nasional.

"Terlebih menangkap statement soal stok BBM di Indonesia, hanya cukup untuk 20 hari itu. Padahal maksudnya, sebelum berkurang, sudah diisi lagi. Tapi ya mungkin memahami informasi itu yang sulit. Sekelas menteri juga harusnya hati-hati dalam memberikan informasi atau statement," ujar Dani yang mengaku lebih memilih membeli Pertamax setelah waktu Jumatan guna menghindari antrean panjang.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru