KLIKJATIM.Com | Sampang – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginisiasi program MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai langkah strategis mempercepat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Madura.
Peluncuran program tersebut dirangkaikan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura. Kegiatan dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026).
Baca juga: Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Sosial Senilai Rp32,16 Miliar untuk Warga Ngawi
Gubernur Khofifah menegaskan, MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar slogan, melainkan gerakan terukur untuk mendorong Madura memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif di bidang pendidikan.
“Kemajuan daerah diukur dengan parameter global, seperti penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, dan mutu pendidikan. Madura harus punya keunggulan kompetitif dan komparatif agar benar-benar naik kelas,” ujarnya.
Program ini difokuskan pada penguatan literasi dan numerasi siswa, serta peningkatan jumlah dan persentase lulusan SMA/SMK di Madura yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sejumlah langkah strategis disiapkan, di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pemetaan potensi siswa untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).
Selain itu, asesmen dan try out UTBK-SNBT akan dilakukan secara berkala disertai analisis hasil guna meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Gubernur Khofifah mendorong kepala sekolah di Madura memiliki semangat kolektif untuk meningkatkan capaian kelulusan siswa ke PTN.
Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jawa Timur menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu menggandakan jumlah siswa lolos jalur SNBP maupun SNBT dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jika jumlah siswa yang diterima dua kali lipat dari tahun lalu, maka akan ada reward berupa revitalisasi infrastruktur sekolah secara lebih komprehensif,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 satuan pendidikan di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp47,83 miliar.
Rinciannya meliputi 13 SMA dan 3 SMK di Bangkalan; 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Sampang; 5 SMA dan 8 SMK di Pamekasan; serta 11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Sumenep.
Revitalisasi ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar, sekaligus mendukung pemerataan mutu pendidikan menengah dan pendidikan khusus. Dengan fasilitas yang lebih representatif, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan, agar proses belajar mengajar berjalan optimal dengan dukungan fasilitas yang memadai,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan pendidikan masing-masing Rp1 juta kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura. Selain itu, bantuan 20 unit komputer diserahkan kepada SMKN 2 Sampang untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Baca juga: Jawa Timur Jadi Contoh Pengelolaan Lingkungan, Menteri LH Apresiasi Langkah Khofifah
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah dilakukan untuk pemerataan mutu layanan pendidikan, peningkatan keselamatan bangunan, serta pemenuhan standar sarana prasarana sesuai regulasi.
“Program ini juga untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah kepulauan dan daratan, serta mendorong ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Madura,” ujarnya.
Ia menambahkan, akselerasi mutu akademik menjadi fokus utama pada 2026 melalui implementasi program MAMA MAU NAIK KELAS, khususnya untuk meningkatkan jumlah siswa Madura yang diterima di PTN melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pusat dinilai menjadi kunci keberhasilan transformasi pendidikan di Madura agar mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Editor : Abdul Aziz Qomar