KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional melalui pembaruan operasional dan penambahan peralatan bongkar muat modern.
Langkah ini disampaikan dalam forum silaturahmi dan dialog yang digelar di Gedung Administrasi TPS pada akhir Februari lalu.
Baca juga: Jaga Kepercayaan Publik, Manajemen TPS Perkuat Kompetensi Tata Kelola Melalui Sertifikasi GRC
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Utama TPS Wahyu Widodo, Direktur Operasi TPS Noor Budiwan, serta Ketua DPW Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Sebastian Wibisono. Mereka sepakat bahwa penguatan fasilitas dan sistem kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan efisiensi layanan serta mendorong pertumbuhan kunjungan kapal secara bertahap.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan layanan di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak, sejumlah unit Container Crane (CC) juga dialokasikan ke Terminal Berlian. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan distribusi layanan yang lebih merata dan menunjang kelancaran operasional pelabuhan secara keseluruhan.
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyambut positif pembaruan fasilitas tersebut. Ia menyebut hampir seluruh peralatan bongkar muat yang kini beroperasi merupakan unit baru yang siap mendukung pelayanan secara optimal. Selain itu, tambahan fasilitas seperti area fumigasi serta alat pemindai ekspor dan impor yang telah dioperasikan membuat proses pemeriksaan barang menjadi lebih cepat dan terintegrasi.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang transparan, modern, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Melalui akses website resmi TPS, aktivitas operasional terminal dapat dipantau secara real time sehingga meningkatkan keterbukaan informasi kepada para pemangku kepentingan.
Baca juga: Pelestarian Mangrove di Tanjung Perak Perkuat Ekosistem Pesisir dan Dukung Dekarbonisasi Pelabuhan
Sementara itu, Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menjelaskan bahwa perusahaan telah menerapkan pola kerja yang lebih adaptif, termasuk strategi pengendalian antrean menjelang periode Lebaran. Penyesuaian ritme kerja saat sahur dan berbuka puasa dilakukan guna memastikan operasional tetap berjalan lancar. Ia juga menyampaikan bahwa koordinasi yang intensif antarpihak berhasil menekan jumlah keluhan eksternal secara signifikan.
Dalam mendukung peningkatan kapasitas layanan, TPS telah menerima total 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang datang dalam tiga tahap. Empat unit telah beroperasi, sementara sepuluh unit lainnya akan menyusul secara bertahap. Selain itu, pada akhir April mendatang TPS dijadwalkan menerima empat unit Container Crane baru yang direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
Penambahan alat modern tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja operasional, mempercepat waktu sandar kapal, serta memperbesar terminal handling capacity sehingga mendukung daya saing logistik nasional.
Baca juga: TPS Uji Ketangguhan Operasional Lewat Simulasi Gangguan Sistem Terminal
Tentang PT Terminal Petikemas Surabaya
TPS merupakan penyedia layanan jasa logistik peti kemas ekspor dan impor di Indonesia. Perusahaan ini adalah anak usaha dari Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), yang berada di bawah naungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). TPS tercatat sebagai terminal pertama di Indonesia yang menerapkan standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan (ISPS Code) sejak Juli 2004.
Sejak 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III, dan IV resmi bergabung menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) sebagai bagian dari integrasi layanan kepelabuhanan nasional. Integrasi ini ditujukan untuk menyederhanakan layanan, melakukan standarisasi operasional, serta mendorong inovasi guna meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan.
Editor : Abdul Aziz Qomar