100 KPM Bojonegoro Siap Terima Program GAYATRI untuk Dongkrak Ekonomi

Reporter : M Nur Afifullah
Rapat sinkronisasi yang digelar di ruang Co-creating Gedung Pemkab Bojonegoro

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro tak lagi sekadar wacana. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mulai tancap gas menggandeng perusahaan dan BUMD untuk bergerak bersama menekan angka kemiskinan sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2026.

Komitmen itu menguat dalam rapat sinkronisasi yang digelar di ruang Co-creating Gedung Pemkab Bojonegoro. Dalam forum tersebut, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) menyatakan siap all out mendukung program prioritas daerah.

Baca juga: Raih Nilai Sempurna, Polres Bojonegoro Borong Tiga Penghargaan dan Apresiasi dari Kapolri

Sejumlah pemangku kepentingan sektor migas turut hadir, di antaranya SKK Migas, ExxonMobile Cepu Limited, Pertamina EP Cepu dan Pertamina Sukowati serta jajaran OPD dan perbankan.

Direktur Utama PT ADS, Mohammad Kundori, menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah konkret melalui program CSR yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Bojonegoro.

Salah satu program andalan yang segera digulirkan adalah Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (GAYATRI) untuk 100 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

“Kami siap menyalurkan program GAYATRI kepada 100 KPM. Harapannya, ini bisa menjadi pengungkit ekonomi keluarga agar lebih mandiri dan berkelanjutan,” tegas Kundori. Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Pastikan Pasokan Biosolar Bojonegoro Aman, Distribusi Dioptimalkan Pasca Libur Iduladha

Program GAYATRI dirancang sebagai stimulus ekonomi berbasis peternakan ayam petelur. Skema ini dinilai efektif karena mampu menghasilkan pemasukan rutin bagi keluarga penerima sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Tak hanya fokus pada ekonomi, PT ADS juga membidik sektor lingkungan. Di antaranya program pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) melalui penanaman pohon keras dan produktif bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sementara itu, Pemkab Bojonegoro menegaskan ada empat fokus utama kolaborasi tahun ini, yakni percepatan pengentasan kemiskinan, peningkatan IPM, konservasi lingkungan, serta rehabilitasi lantai rumah sehat.

Baca juga: Pertamina Klaim Stok Aman, Sejumlah SPBU di Bojonegoro Masih Kehabisan Biosolar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bojonegoro menekankan bahwa percepatan pembangunan membutuhkan gotong royong semua pihak.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan perusahaan melalui CSR dan PPM sektor migas menjadi kunci agar target pengentasan kemiskinan bisa tercapai lebih cepat,” ujarnya.

Langkah kolaboratif ini menjadi sinyal kuat bahwa integrasi kebijakan dan dukungan dunia usaha mulai berjalan seirama. “Harapannya, 2026 menjadi momentum nyata bagi masyarakat Bojonegoro untuk naik kelas secara ekonomi dan kualitas hidup,” pungkasnya.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru