Laba Pra-Pajak Rp8,8 Triliun, CIMB Niaga Perkuat Fundamental dan Akselerasi Digital di 2025

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Kantor Pusat CIMB Niaga (Dok)

KLIKJATIM.Com | Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (IDX: BNGA) membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (audited) sebesar Rp8,8 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut menghasilkan earnings per share (EPS) Rp273,53 dan mencerminkan fundamental bisnis yang tetap solid di tengah dinamika industri perbankan.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan konsistensi performa serta kesehatan keuangan bank.

Baca juga: Dorong Jurnalis Jadi Agent of Change, CIMB Niaga dan IIJ Luncurkan Program Sustainability Journalism Fellowship 2026

“Kami berhasil memperkuat likuiditas dan permodalan sehingga memiliki landasan yang kokoh untuk terus bertumbuh dan menciptakan nilai jangka panjang. Kualitas aset tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio gross NPL sebesar 1,81�n cost of credit yang turun menjadi 0,74%. Return on equity sebesar 13% menunjukkan kemampuan kami menjaga profitabilitas secara stabil,” ujar Lani.

Dari sisi permodalan dan likuiditas, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 24,8�n loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,8%. Total aset konsolidasian mencapai Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025, memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp270,5 triliun, didorong pertumbuhan CASA sebesar 10,1% yoy menjadi Rp189,5 triliun, dengan rasio CASA mencapai 70%. Sementara itu, kredit/pembiayaan meningkat 4,5% yoy menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari Perbankan Korporat (+6,7%), disusul Konsumer (+3,4%) dan UKM (+2,0%). Di segmen ritel, Kredit Pemilikan Mobil (KPM) mencatat kenaikan signifikan sebesar 10,1% yoy.

Di lini syariah, CIMB Niaga Syariah terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu Unit Usaha Syariah terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan Rp55,7 triliun dan DPK Rp50,3 triliun per akhir 2025.

Akselerasi Ekosistem Digital Terintegrasi

Transformasi digital menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan. Sepanjang 2025, 91,6% transaksi nasabah dilakukan melalui kanal digital, termasuk OCTO (aplikasi dan website), BizChannel@CIMB, ATM, serta OCTO Pay.

CIMB Niaga juga mengintegrasikan OCTO Mobile dan OCTO Clicks ke dalam satu ekosistem digital terpadu bernama OCTO, memungkinkan akses seamless dengan satu user ID untuk aplikasi dan website. Transaksi melalui OCTO meningkat 48% sepanjang 2025, mencerminkan engagement nasabah yang semakin kuat.

Baca juga: CIMB Niaga Dorong Nasabah Kelola Gaji Lebih Cerdas lewat OCTO Savers Payroll

Penguatan layanan hybrid dilakukan melalui 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub hingga akhir 2025, yang menggabungkan layanan mandiri digital dan sentuhan personal. Nasabah dapat membuka rekening, mencetak kartu debit, hingga memperbarui data dalam waktu sekitar lima menit.

Inovasi lainnya termasuk OCTO Savers Payroll untuk nasabah payroll, OCTO Loan dengan limit hingga Rp10 juta, serta fitur investasi #GetWealthSoon yang memfasilitasi transaksi emas, reksa dana, dan obligasi secara praktis dalam satu platform.

Secara jaringan, CIMB Niaga didukung 394 kantor cabang (termasuk 31 Digital Lounge), 2.786 ATM/CRM/MDM, serta lebih dari 707 ribu EDC, QR, dan kanal e-commerce di seluruh Indonesia.

Perkuat Komitmen Keberlanjutan

Dalam aspek keberlanjutan, CIMB Niaga mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun atau 25�ri total pembiayaan, termasuk ekspansi ke energi terbarukan, UMKM, serta sustainability-linked loan. Sebanyak 70% portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan.

Baca juga: CIMB Niaga Optimalkan Layanan Digital dan Hadirkan Promo Spesial untuk Nasabah

Bank juga berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 sebesar 46% dibanding baseline 2019 melalui efisiensi energi, pemasangan panel surya, dan pembelian Renewable Energy Certificates (REC). Secara grup, lebih dari 50% target Net Zero sektor prioritas 2030 telah menunjukkan kinerja sesuai jalur yang ditetapkan.

Di bidang sosial, program tanggung jawab sosial perusahaan menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di sektor pendidikan, sekitar 3.300 penerima manfaat melalui program #CegahStunting bersama UNICEF, serta pemberdayaan hampir 1.000 UMKM. Bank juga menanam lebih dari 115.000 pohon bambu dengan potensi serapan karbon lebih dari 15.000 ton CO₂.

“Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami untuk tumbuh secara bertanggung jawab dan berkontribusi bagi masyarakat serta lingkungan. Ke depan, kami akan terus mengintegrasikan keberlanjutan dalam strategi bisnis guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan resilient,” tutup Lani.

Untuk 2026, CIMB Niaga akan fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, penguatan CASA, penjagaan kualitas aset, serta disiplin biaya, sejalan dengan strategi Forward30 dan purpose perusahaan: Advancing Customers and Society.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru