Krisis Lahan Penyimpanan Bantuan, Truk Damkar Kuno Tahun 1975 Terpaksa Mengalah Parkir di Luar

Reporter : Muhammad Hatta
CAPTION: Petugas Damkar Jember saat menutup terpal armada truk kuno tahun 1975 untuk melindunginya dari cuaca karena area garasi dialihkan sebagai gudang logistik bantuan. (26/2/2026).

KLIKJATIM.Com | Jember – Keterbatasan lahan di kantor bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember dan UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mulai berdampak pada penataan sarana prasarana.

Akibat memprioritaskan ruang untuk gudang logistik bantuan, sebuah truk pemadam kebakaran bersejarah terpaksa diparkir di halaman terbuka dan hanya dilindungi selembar terpal.

Baca juga: Hanyut 5 Hari, Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Sungai Jember

Kondisi ini terjadi setelah garasi yang biasanya digunakan untuk armada pemadam dialihkan fungsinya menjadi tempat penyimpanan bantuan logistik kebencanaan pada Kamis (26/2/2026).

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menjelaskan bahwa dalam 14 hari terakhir, pihaknya menetapkan status tanggap darurat. Hal ini memicu masuknya bantuan dalam jumlah besar dari BNPB, Pemerintah Provinsi, hingga anggota legislatif.

Bantuan yang masuk meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, tenda, hingga paket khusus lansia dan anak dengan jumlah rata-rata 200 paket per jenis. Karena BPBD tidak memiliki ruang tambahan, garasi Damkarmat menjadi pilihan terakhir berdasarkan kesepakatan dengan Satpol PP Jember.

“Penggunaan garasi Damkarmat sebagai lokasi penyimpanan merupakan hasil koordinasi sebagai solusi jangka pendek agar distribusi logistik kepada masyarakat terdampak tidak terhambat,” ujar Edy.

Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

Armada yang harus "mengalah" adalah truk Isuzu TXD20 tahun 1975 yang akrab dijuluki "Truk Bagong". Truk ini bukan sekadar kendaraan tua, melainkan armada pemadam pertama yang dimiliki Kabupaten Jember dan memiliki nilai historis tinggi.

Kepala UPT Damkarmat Jember, Ahmad Sidiq, menegaskan bahwa meski sudah berusia lebih dari empat dekade, "Si Bagong" masih sangat tangguh dan berfungsi optimal sebagai unit cadangan.

"Bagi kami kendaraan itu memang tua, tapi semprotan airnya masih kuat banget. Karena kebijakan pimpinan, sementara kami tutup terpal untuk menjaga dan merawatnya sembari menunggu pembangunan kanopi," jelas Sidiq.

Baca juga: Relawan Penyeberang di Jember Tewas Ditabrak Mobil Diduga Balap Liar

Kepala Satpol PP Jember, Bambang Rudianto, membenarkan bahwa langkah ini diambil karena keadaan darurat. Ia mengakui bahwa BPBD saat ini memang sudah tidak memiliki tempat lagi untuk menampung sembako bantuan dari provinsi.

"Sementara begini yang bisa dilakukan. Semoga semua sama-sama lancar urusannya dan yakinlah ke depannya akan lebih baik," tutur pria yang akrab disapa Rudi tersebut.

Penataan lahan di kompleks kantor bersama ini menjadi tantangan serius bagi Pemkab Jember ke depan, mengingat pentingnya menjaga aset bersejarah seperti Truk Bagong sekaligus memastikan kelancaran distribusi bantuan bencana bagi warga.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru