KLIKJATIM.Com | Jember – Dua instansi penanganan darurat di Kabupaten Jember, yakni BPBD Jember dan UPT Damkarmat Jember di bawah naungan Satpol PP Pemkab Jember, akan melakukan penataan sarana prasarana di tengah keterbatasan lahan.
Kedua instansi yang menempati satu kompleks kantor tersebut menghadapi persoalan kepadatan area, terutama untuk penyimpanan logistik bantuan dan parkir armada.
Baca juga: Dapur MBG di Jember Terbakar, Pipa Gas Bocor Jadi Pemicunya
Melalui koordinasi intensif pada Februari 2026 yang ditetapkan sebagai bulan tanggap darurat, kedua pihak menyepakati solusi bersama demi memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, membenarkan adanya selisih paham tersebut. Ia menjelaskan, secara fungsi kedua lembaga sama-sama bergerak di bidang penyelamatan, meski berbeda fokus.
“BPBD menangani kebencanaan alam, sementara Damkarmat lebih banyak pada kebencanaan sosial seperti kebakaran. Tapi dalam kondisi tertentu, seperti kebakaran hutan, kami bekerja bersama,” ujar Edy usai rapat koordinasi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, persoalan muncul ketika BPBD menerima lonjakan bantuan selama masa tanggap darurat 14 hari terakhir. Bantuan tersebut meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, tenda, tikar, gerobak sorong, hingga paket khusus anak dan lansia.
Rata-rata bantuan yang diterima mencapai sekitar 200 paket per jenis, kecuali paket anak dan lansia masing-masing 100 paket. Bantuan berasal dari pemerintah pusat, provinsi, serta dukungan legislatif daerah.
“Kondisi gudang dan halaman sudah tidak memadai. Bahkan kadang saya sendiri kesulitan masuk kantor karena halaman penuh kendaraan,” ungkap Edy.
Untuk mengatasi hal itu, dilakukan pembahasan bersama Kepala Satpol PP Pemkab Jember, Bambang Rudianto. Disepakati solusi jangka pendek berupa pemindahan tiga unit armada damkar lama yang sudah tidak berfungsi ke depo BPBD di wilayah Pakusari.
Baca juga: Ketika Jari Tangan Tersangkut Botol, Damkarmat Jember Bertindak
Langkah tersebut membuka ruang parkir yang kemudian dimanfaatkan sebagai gudang logistik bantuan.
“Ini solusi bersama. Armada lama kami pindahkan ke Pakusari, dan ke depan akan dipasang kanopi untuk armada aktif agar lebih tertata,” ujar Bambang.
Ia menambahkan, gudang yang sebelumnya ditempati truk lama Isuzu TXD20 “Gurga” akan dimaksimalkan untuk penyimpanan bantuan sebelum disalurkan kepada warga terdampak.
Selain penataan ulang jangka pendek, kedua instansi juga menyiapkan langkah jangka panjang. Satpol PP akan menyusun telaah staf kepada Bupati untuk menentukan alternatif lokasi baru Mako Damkar dan Satpol PP.
Pertimbangan utama adalah waktu respons maksimal 15 menit sesuai regulasi. “Kalau lokasi terhambat rel atau akses padat, tentu akan memengaruhi kecepatan menuju titik kebakaran,” tegas Bambang.
Baca juga: Kelelawar Masuk Kontrakan, Empat Mahasiswi di Jember Panik dan Panggil Damkar
Saat ini Damkarmat Jember memiliki lima unit truk aktif, dua di antaranya masih dalam kondisi optimal, sementara tiga lainnya tergolong uzur dengan tahun produksi antara 1980 hingga 2014. Tahun ini, Pemkab Jember juga mendapatkan tambahan satu unit truk damkar baru berkapasitas sekitar 4.000 liter senilai Rp 2,3 miliar.
Sementara itu, BPBD Jember juga akan menerima bantuan mobil dapur umum skala kecil untuk menjangkau wilayah sempit dan lokasi pengungsian.
Edy menegaskan, seluruh pembenahan dilakukan demi memastikan pelayanan publik tetap maksimal.
“Di mana pun kami ditempatkan, yang terpenting pelayanan tidak terganggu dan pengabdian kepada masyarakat tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.
Editor : Abdul Aziz Qomar