KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menghadirkan program bantuan bibit buah gratis bagi petani desa hutan guna meningkatkan produktivitas kebun sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro (DKPP), bantuan tahun 2026 difokuskan pada dua komoditas bernilai ekonomi tinggi, yakni alpukat dan jambu mete. Program ini diperuntukkan bagi Kelompok Tani (Poktan) yang telah terdaftar resmi sesuai ketentuan.
Baca juga: Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Kembali Mengaspal, Bupati Wahono: Prioritaskan Keselamatan Siswa
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan program tersebut dirancang agar mudah diakses. Tidak ada ketentuan minimal luas lahan yang harus dimiliki kelompok. Selama lahan yang diajukan memenuhi persyaratan teknis untuk budidaya, Poktan tetap berkesempatan memperoleh bantuan.
“Yang penting lahannya layak dan kelompoknya sudah terdaftar resmi. Kami ingin bantuan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani,” ujarnya, Selasa (14/2/2026).
Selain bertujuan menambah pendapatan petani, program ini juga mengusung konsep pelestarian lingkungan melalui pola agroforestry. Sistem tersebut memadukan tanaman kehutanan dengan tanaman buah dalam satu kawasan tanam, sehingga mampu menjaga keseimbangan ekosistem, memperkuat tutupan lahan, serta mendukung konservasi tanah dan air.
Baca juga: Pertamina Hukum 2 SPBU Bojonegoro Tidak Boleh Jualan Biosolar Selama 1 Bulan
Untuk mengajukan bantuan, Poktan diwajibkan melengkapi sejumlah dokumen administrasi, antara lain Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang ditandatangani bupati, fotokopi KTP pengurus, foto titik koordinat lokasi tanam, serta proposal permohonan yang disahkan kepala desa dan penyuluh pertanian setempat.
Setelah pengajuan diterima, tim teknis akan melakukan verifikasi melalui mekanisme CPCL (Calon Petani Calon Lokasi). Kelompok yang lolos seleksi juga akan mendapatkan pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen dan pascapanen.
Baca juga: Ratusan ASN Bojonegoro Ajukan Cuti Haji 2026
Zaenal menambahkan, alokasi bantuan rata-rata berkisar 300 hingga 400 batang per hektare. Jumlah pastinya akan ditentukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan. Distribusi bibit pun disesuaikan dengan musim tanam agar tingkat keberhasilan tumbuh lebih optimal.
Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro berharap kawasan desa hutan tidak hanya tetap hijau dan lestari, tetapi juga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Editor : Abdul Aziz Qomar