Menteri PU Paparkan Rencana Pembangunan Flyover Mangli–Jember, Ingatkan Risiko Jika Hanya Dua Jalur

Reporter : Muhammad Hatta
Menteri PU RI Dody Hanggodo Saat Tinjau Simpang Empat Mangli Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait.

KLIKJATIM.Com | Jember — Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo, memaparkan rencana strategis pembangunan flyover yang menghubungkan kawasan Mangli menuju pusat Kota Jember.

Rencana besar ini disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja di Pendopo Wahyawibawagraha serta peninjauan langsung di titik krusial simpang empat Mangli pada Minggu, (22/2/2026).

Baca juga: Hanyut 5 Hari, Pria Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal di Sungai Jember

Langkah ini diambil sebagai respons atas usulan Pemerintah Kabupaten Jember yang menilai kepadatan di simpang Mangli memerlukan solusi infrastruktur jangka panjang.

Dalam peninjauannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa secara teknis murni, arus di simpang Mangli sebenarnya masih memungkinkan untuk dikendalikan melalui manajemen lalu lintas yang ketat.

Namun, ia sangat menghargai visi Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang memproyeksikan lonjakan arus kendaraan sebagai dampak alami dari arah pembangunan daerah di masa depan.

“Kalau dari hitungan kita sih, antara perlu dan tidak perlu, karena simpang ini masih bisa diatur supaya tidak terlalu traffic. Tapi Pak Bupati tentu lebih tahu apa yang terbaik untuk daerahnya,” ujar Dody saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di sela peninjauan di Jember.

Lebih lanjut, Menteri PU menyoroti bahwa meskipun Jember tidak memiliki pelabuhan laut, potensi pertumbuhan kawasan industri dan investasi akan memicu ledakan pergerakan barang dan orang. Oleh karena itu, ia memberikan saran tegas agar flyover tersebut langsung dibangun dengan skema empat jalur guna mengantisipasi kebutuhan transportasi hingga dua dekade mendatang.

Baca juga: Program ESDM Dipertanyakan, 5 Motor Listrik Konversi Pemkab Jember Diduga Mangkrak dan Tak Terawat

Dody memberikan peringatan serius mengenai risiko teknis jika pembangunan dilakukan setengah hati atau hanya menggunakan dua jalur. Ia merujuk pada pengalaman di Jakarta, di mana kemacetan pada jalur layang jauh lebih berisiko dan sulit ditangani dibandingkan jalan darat biasa.

“Kalau cuma dua jalur, saya khawatir lima tahun sudah penuh lagi. Macet di flyover jauh lebih berbahaya daripada macet di jalan biasa,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan proyek, Dody menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam hal penyediaan lahan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang saat ini masih dalam proses penyelesaian. Ia menargetkan pembangunan sepanjang 1,1 kilometer tersebut dapat segera dimulai.

“Saya minta lahannya yang kita perlukan untuk membangun 1,1 kilometer flyover ini disiapkan. Dari sini sampai ke Jember. Mudah-mudahan 2026 sudah bisa mulai kick-off. Ini sekitar 700-800 miliaran rupiah, tapi belum pasti ya, karena kan DED-nya belum siap,” imbuh Dody.

Baca juga: Relawan Penyeberang di Jember Tewas Ditabrak Mobil Diduga Balap Liar

Jika berjalan sesuai rencana normal, masa konstruksi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga tahun. Di sisi lain, Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa proyek ini adalah prioritas utama untuk mengatasi antrean kendaraan yang kerap mengular dari arah barat dan selatan. Bagi Fawait, infrastruktur yang mumpuni adalah magnet utama bagi investor.

“Kalau kemacetan dibiarkan, ini tidak menarik bagi investor. Untuk membuat Jember lebih maju, investasi harus datang dan itu harus disiapkan infrastrukturnya,” kata Bupati Fawait.

Selain fokus pada flyover Mangli, Pemkab Jember juga mengusulkan pelebaran jalan rute Tanggul ke Mangli yang telah mengantongi persetujuan prinsip dari Menteri PU. Usulan tersebut juga mencakup perbaikan infrastruktur terdampak bencana, termasuk 16 jembatan dan 50 bendungan, sebagai upaya komprehensif untuk mempercepat pembangunan dan menekan angka kemiskinan ekstrem melalui penguatan sektor industri serta perdagangan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru