KLIKJATIM.Com | Pacitan - Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi dan penguatan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus pengawasan dan pemantauan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu.
Kegiatan tersebut diikuti seluruh pengurus SPPG dari dua kabupaten serta dihadiri unsur pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Baca juga: Pencuri Umbi Porang di 7 Lokasi Dibekuk Polres Pacitan
Sosialisasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas, transparansi, dan keselamatan penerima manfaat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik S. Deyang menegaskan pentingnya integritas para pelaksana program di lapangan.
Menurutnya, Program MBG menggunakan anggaran negara dan menyangkut pemenuhan gizi anak-anak, sehingga harus dijalankan secara bertanggung jawab.
"Kami meminta seluruh SPPG dan mitra menjalankan tugas secara amanah. Program ini menggunakan uang rakyat dan menyangkut keselamatan serta masa depan anak-anak," kata Nanik.
Baca juga: 151 Relawan dan Karyawan SPPG di Jember Tampil Fashion Show Saat Libur Distribusi MBG
Ia menambahkan, pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan program sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan bahwa Program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberi efek ekonomi berkelanjutan bagi daerah.
Baca juga: Dapur MBG di Mojokerto Meledak dan Terbakar, 3 Teknisi Gas Alami Luka Bakar Parah
"Selain memberikan manfaat langsung bagi anak-anak, program ini juga mendorong perputaran ekonomi daerah melalui keterlibatan pelaku usaha dan jasa lokal," ujarnya.
Menurut Indrata, pemerintah daerah mendorong dinas terkait agar memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi anak, yang pelaksanaannya memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta mitra pelaksana di lapangan.
Editor : Wahyudi