KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa (3/2/2026) sore. Dampak dari cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan atap sejumlah bangunan di Pondok Pesantren Al Mubarrok yang berlokasi di Dusun Kalisari, Desa Banjarsari, mengalami kerusakan parah setelah tersapu angin.
Hembusan angin yang sangat kuat menyebabkan atap gedung asrama putri hingga ruang kelas beterbangan. Material atap yang berbahan galvalum serta plafon kasibot tampak berhamburan di sekitar lokasi kejadian. Meskipun kerusakan bangunan tergolong cukup masif, beruntung peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Kaget Temukan Anomali DTSEN
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Ristony Eka Putra, menjelaskan bahwa fenomena hujan deras disertai angin kencang ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Terkait detail kerusakan, Ristony memberikan rincian teknis mengenai bangunan yang terdampak.
“Kerusakan meliputi satu gedung kelas dan empat gedung asrama putri dengan ukuran bangunan sekitar 30 meter x 7 meter,” ujarnya pada Rabu (4/2/2026).
Sebagai langkah antisipasi untuk menghindari risiko susulan, para santri putri saat ini telah dipindahkan ke area yang dinilai lebih kokoh. Pihak BPBD memastikan keselamatan para penghuni pondok menjadi prioritas utama pasca-kejadian.
“Santri kami evakuasi ke tempat yang lebih aman,” tambah Ristony menjelaskan bahwa para santri sementara menetap di gedung bagian bawah dan masjid.
Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Tabrakan Beruntun Libatkan Tiga Kendaraan di Jalur Bojonegoro–Cepu
Pihak BPBD Bojonegoro juga telah bergerak cepat dengan melakukan asesmen di lokasi serta berkoordinasi langsung dengan pemilik pondok, Siti Muslikah (50), dan pemerintah desa setempat. Langkah ini diambil untuk menentukan skala prioritas dalam proses pemulihan bangunan yang hancur.
“Petugas sudah melakukan pendataan dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Ristony kembali menegaskan.
Meski tidak ada korban dalam kejadian tersebut, kerugian materiil akibat kerusakan bangunan ditaksir mencapai angka Rp50 juta. Guna mempercepat proses perbaikan, BPBD mendorong pihak pondok pesantren agar segera menyusun laporan resmi sebagai dasar pengajuan bantuan kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait.
Hingga berita ini ditulis, puing-puing bangunan yang berserakan masih berada di lokasi dan rencananya akan mulai dibersihkan pada keesokan hari.
BPBD Bojonegoro pun terus mengimbau masyarakat luas agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat saat ini wilayah tersebut sedang memasuki masa peralihan musim yang rawan terjadi angin kencang.
Editor : Fatih