KLIKJATIM.Com | Situbondo -Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut jembatan yang menghubungkan antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng terputus diterjang banjir bandang dan sekitar 1.500 warga terisolasi.
"Di sini ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi, kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani," katanya saat meninjau jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo, pada Sabtu.
Baca juga: Gerak Cepat Khofifah Pulihkan Nadi Pertanian Situbondo, Targetkan Irigasi Rampung dalam Tiga Hari
Menurut Bupati Rio, akibat akses utama warga antara Desa Patemon dan Wringinanom terputus akibat banjir bandang pada Rabu (21/1) malam itu berdampak pada distribusi bantuan dan layanan dasar, namun demikian, ia memastikan pemerintah daerah tetap menyalurkan bantuan, meskipun dengan berbagai keterbatasan.
Untuk tahap awal, lanjutnya, pemerintah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar warga dalam penanganan jangka pendek.
Baca juga: Ombak Tenang, Pelayaran Jangkar-Madura Mulai Dibuka Kembali
Sedangkan untuk penanganan jangka panjang, kata Rio, pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung.
"Kami akan mohon bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penanganan ini bisa segera dilaksanakan, karena tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses," ujar Bupati Rio.
Baca juga: Dua Pengedar SS Situbondo Diamankan 42 Gram Barang Bukti Disita
Ia menambahkan, pemulihan akses menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas warga kembali berjalan normal dan risiko sosial kemanusiaan tidak semakin memburuk.
Dari pantauan, Bupati Rio meninjau langsung lokasi dengan menyusuri alur sungai karena tidak ada lagi jalur darat yang bisa dilalui, seluruh jembatan tampak putus, sementara badan jalan hancur dan tidak dapat dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.
Editor : Wahyudi