KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemprov Jatim kini tengah menyiapkan dan mengerjakan renovasi Gedung Puslitbang Humaniora milik Kementerian Kesehatan di Jalan Indrapura Surabaya sebagai rumah sakit (RS) darurat. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menargetkan pengerjaan RS darurat itu bisa selesai akhir pekan ini dan bisa segera digunakan untuk penanganan pasien Covid 19 di Jawa Timur.
[irp]
Baca juga: Khofifah Pastikan KCL Singhasari Buka Prodi Digital Law dan Advanced Cyber Security pada 2027
"Di rumah sakit darurat ini kita siapkan untuk menambah kapasitas rumah sakit layanan khusus Covid 19. Kalau pasien terkonfirmasi positif kan ada gejala klinisnya ringan, sedang, atau berat. Di rumah sakit darurat ini nantinya akan diutamakan bagi yang gejala klinisnya ringan sampai sedang," kata Khofifah.
Pembangunan RSD ini sudah mengantongi izin dari Kementerian Kesehatan. Untuk tahap pertama, RSD ini dapat menampung hingga 200 pasien bergejala ringan hingga sedang. Sementara untuk pasien yang memiliki gejala klinis sedang hingga berat akan dirujuk ke RS penanganan COVID-19, seperti RSUD dr Soetomo, RS Universitas Airlangga dan RS Syaiful Anwar Malang.
Khofifah menjelaskan, pasien virus corona dengan gejala berat membutuhkan perawatan khusus dengan peralatan medis yang lengkap. "Kalau pasien terkonfirmasi positif yang gejala klinisnya berat biasanya karena ada komorbid atau penyakit penyerta. Misalnya, pasien juga memiliki keluhan sakit jantung, hipertensi dan sejenisnya, maka RSUD dr Soetomo, RSUA serta RSSA menjadi rujukan utama," kata Khofifah.
"Tapi kalau positif namun klinisnya ringan hingga sedang dan tidak tertampung di RS rujukan utama, maka kita akan siapkan layanan di sini (RSD di gedung Puslitbang Humaniora Surabaya)," imbuhnya.
Baca juga: Dongkrak Kompetensi SDM, Terminal Teluk Lamong Bidik Pelayanan Prima Lintas Lini Organisasi
[irp]
Ia menjelaskan, saat ini tempat tidur di Puslitbang sudah tersedia. Namun, masih dibutuhkan perbaikan sarana dan prasarana rumah sakit agar sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.
Tak hanya itu, Khofifah juga menyiapkan relawan tenaga kesehatan yang akan bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Jatim ini. Untuk kebutuhan logistik medis seperti APD dan alat medis akan dibantu oleh ratusan donatur, yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.
Baca juga: Polisi Tembak Kaki Jambret Penyebab Tewasnya ASN BPN Surabaya
Termasuk laboratorium pendukung akan disokong oleh laboratorium Institute of Tropical Disease (ITD) Unair, RSUD Dr Soetomo, dan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL).
"Terkait penggunaan Gedung Puslitbang Humaniora untuk menjadi Rumah Sakit Darurat Covid 19 Jatim ini sudah kami sampaikan saat rakor BPBD. Dan dari Kemenkes juga sudah memberikan izin, sehingga menjadi kabar baik bahwa warga Jatim dapat gedung yang cukup representatif untuk pasien Covid 19," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi