Baru Diperbaiki, Proyek Pelindung Bengawan Solo Rp40 Miliar di Bojonegoro Kembali Ambrol

Reporter : M Nur Afifullah
Kondisi tembok penahan tebing yang baru saja dinyatakan selesai diperbaiki dilaporkan ambrol kembali.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Proyek pengamanan tebing Sungai Bengawan Solo di Desa Lebaksari, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi pusat perhatian publik. Bangunan tembok penahan tebing yang baru saja dinyatakan selesai diperbaiki dilaporkan ambrol kembali, memicu kekhawatiran warga akan kualitas infrastruktur bernilai Rp40 miliar tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (23/1/2026), kerusakan sepanjang kurang lebih 40 meter terlihat amblas ke arah aliran sungai. Struktur beton tampak patah, bronjong batu berserakan, dan menyisakan cekungan besar tepat di samping permukiman warga bantaran.

Baca juga: Dinding Penahan Tebing Bengawan Solo di Bojonegoro Ambrol, Pemkab Beri Kontraktor Waktu Perbaikan 300 Hari

Kondisi ini menimbulkan rasa was-was bagi warga setempat, mengingat jarak antara titik ambrol dengan rumah penduduk sangat dekat. Jika debit air Bengawan Solo naik, kawasan tersebut rawan tergerus arus.

Seorang warga berinisial NA mengungkapkan bahwa kerusakan terbaru ini terjadi sekitar Desember lalu. Padahal, kontraktor baru saja menyelesaikan perbaikan pada titik sebelumnya sekitar tiga bulan yang lalu.

"Yang ambruk tahun lalu sudah diperbaiki dan pekerjanya sudah pulang. Sekarang malah ambles lagi di titik yang sebelumnya justru tidak rusak," keluh NA.

Baca juga: Resmikan RSNU Pasuruan, Gubernur Khofifah: Dakwah Lewat Layanan Kesehatan yang Profesional dan Terjangkau

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU-SDA) Kabupaten Bojonegoro mengakui adanya kerusakan baru. Kepala Dinas PU-SDA, Helmi Elisabeth, menyebutkan bahwa peristiwa sliding atau pergeseran tanah ini terjadi menjelang akhir masa pemeliharaan proyek.

“Akan dilakukan perpanjangan masa pemeliharaan. Kontraktor pelaksana tetap bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki titik baru yang mengalami ambrol tersebut,” tegas Helmi saat dikonfirmasi.

Proyek pembangunan pelindung tebing di Desa Lebaksari dan Desa Tanggungan ini memiliki panjang total 980 meter dengan sumber dana dari APBD Bojonegoro Tahun 2024 sebesar Rp40 miliar. Proyek ini tercatat memiliki rekam jejak kerusakan yang berulang; sebelumnya pada Februari 2025, bangunan sempat rusak parah belum genap dua bulan setelah pengerjaan selesai.

Baca juga: Sajikan 94 Agenda Ikonik, Lamongan Luncurkan Kalender Event 2026 untuk Dongkrak Wisata dan Ekonomi

Persoalan semakin pelik setelah mencuat fakta bahwa proyek bernilai fantastis ini diduga dikerjakan tanpa mengantongi rekomendasi teknis dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Hal ini memicu kritik tajam mengenai aspek perencanaan, pengawasan, serta kualitas material yang digunakan dalam proyek yang seharusnya melindungi warga dari ancaman erosi sungai tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya aktivitas alat berat atau pekerja yang melakukan upaya perbaikan darurat di lokasi amblasnya beton penahan tebing tersebut.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru