Antisipasi Siaga Merah, Pemkab Lamongan Aktifkan 15 Pompa Air di Pintu Kuro

Reporter : Rozy
Sebanyak 15 unit pompa air kini telah diaktifkan secara penuh untuk mempercepat pembuangan air di sejumlah titik rawan wilayah Lamongan.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Bina Konstruksi melakukan langkah masif untuk menekan genangan air akibat meningkatnya debit sungai. Sebanyak 15 unit pompa air kini telah diaktifkan secara penuh untuk mempercepat pembuangan air di sejumlah titik rawan wilayah Lamongan.

Langkah ini diambil menyusul peningkatan volume air di sejumlah aliran sungai utama yang mulai memasuki level waspada.

Baca juga: Tanah Bergerak Hantam Pasean Pamekasan, 47 Jiwa Dievakuasi dan Belasan Bangunan Rusak Berat

Kepala Dinas SDA dan Bina Konstruksi Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan bahwa pengaktifan seluruh pompa ini merupakan respons cepat atas status siaga merah per 14 Januari 2026.

Awalnya, kapasitas pompa yang siaga di kawasan Rolak Kuro adalah sebesar 8.500 liter per detik (lt/dt). Namun, guna mempercepat penurunan tinggi muka air, kapasitas tersebut ditingkatkan menjadi total 9.900 lt/dt yang bersumber dari 15 pompa hasil sinergi kewenangan pusat, provinsi, dan kabupaten.

"Pengaktifan pompa ini adalah langkah vital untuk mengurangi genangan. Selain menambah jumlah pompa, kami juga memperpanjang durasi operasional di Pintu Kuro sejak 27 Desember 2025, mulai pukul 07.00 hingga 20.00 WIB," jelas Erwin saat memberikan keterangan di kantornya, Selasa (20/1/2026).

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Jember Gempar! Ular King Koros Sepanjang 2 Meter Sembunyi di Selokan Sekolah

Hingga hari ini, dilaporkan volume air di Kali Blawi telah bertambah hingga +75 (SM) dan Bengawan Solo mencapai +152 (SH). Melihat tren kenaikan ini, Erwin menekankan bahwa fokus penanganan tidak hanya pada tinggi air semata.

"Fokus kami juga untuk mengurangi durasi lama genangan. Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal meski hujan turun dengan intensitas tinggi," tambahnya.

Baca juga: HUT ke-16 Klinik Mata KMU, Wabup Dirham Dorong Kolaborasi Perluas Akses Kesehatan Mata yang Inklusif

Selain mengandalkan mesin pompa, pembuangan air juga dimaksimalkan melalui jalur gravitasi pada pintu-pintu air strategis. Aliran air diarahkan menuju Kali Corong, Kali Wangen, Kali Tebaloan, dan Kali Bendungan guna mempercepat pengeringan lahan maupun pemukiman warga yang terdampak.

Dengan integrasi antara sistem pompa dan jalur gravitasi ini, diharapkan risiko banjir berkepanjangan di wilayah hilir Lamongan dapat diminimalisir secara signifikan selama puncak musim penghujan ini.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru