Rutan Medaeng Bebaskan 329 Tahanan

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya—Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Sidoarjo membebaskan sebanyak 329 tahanan atau warga binaan pemasyarakatan (WBP). Hak bebas itu didapatkan setelah ada program Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

 Medaeng Ahmad Nur Dukha menyatakan jumlah 329 tersebut terdiri dari 305 tahanan dewasa dan tahanan anak 24 orang. Hak bebas itu WBP itu sebagaimana tertuang dalam Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.Kasi Pelayanan tahanan Rutan.

Baca juga: Beli Motor Berhadiah Motor! MPM Honda Jatim Gelar Program Undian Untukmu Konsumen Honda Khusus Warga Pacitan

[irp]

“Jumlah 329 orang ini merupakan total sejak program asimilasi ini dilakukan,” ujar Dukha, Rabu (6/5/2020).

Dukha menambahkan, penambahan jumlah tahanan yang dibebaskan tersebut berdasarkan putusan dari PN Surabaya dan ada BA17 dari Kejaksaan.

“Sementara yang bebas adalah data napi yang lengkap surat-suratnya yang bisa di asimilasi. Nanti kalau pihak PN ngirim putusan dan dieksekusi sama kejaksaan maka akan bertambah,” bebernya.

Baca juga: Berkendara Aman dengan Merawat Motor Kesayangan

Sebelumnya, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyatakan jajarannya telah melakukan tindak lanjut atas Pemenkumham yang ditandangani oleh Menkumham Yasonna Laoly pada 31 Maret 2020 itu.

Krismono menuturkan, bahwa data yang ada masih bersifat sementara. Karena, proses pemberian hak asimilasi dan integrasi terkait Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020.

[irp]

Baca juga: Sokong Pemulihan Aceh-Sumut, Pelindo Fasilitasi Distribusi 95 Ribu Ton Bantuan Kemanusiaan

Pria yang menjabat di Jatim sejak awal tahun 2020 itu menekankan pentingnya program ini. Saat ini, seluruh lapas/ rutan di Jatim dihuni oleh 29.618 WBP atau mengalami overkapasitas penghuni sebesar 132 persen. Hal inilah yang membuat lapas/rutan menjadi tempat yang rawan dalam penyebaran virus corona atau covid-19 itu.

Untuk itu, Krismono menegaskan akan terus memperhatikan dan melakukan pemantauan untuk memastikan proses pelayanan berjalan dengan baik. Sehingga, seluruh WBP bisa terhindar dari wabah covid-19 ini. “Alhamdulillah sampai saat ini, tidak ada WBP yang menjadi ODP, PDP maupun positif covid-19,” tutup Krismono. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru