Nasib Penumpang dan Kru Belum Diketahui

Pesawat ATR Indonesia Air Transport Hilang Kontak di Maros Sulsel

Reporter : Hirna Ramadhanianto
Ilustrasi pesawat ATR yang dioperasikan Indonesia Air Transport

KLIKJATIM.Com | Jakarta  - Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT  dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1). Pesawat dengan 11 penumpang masih dalam proses pencarian tim gabungan Basarnas.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, mengatakan fokus pencarian diarahkan ke kawasan pegunungan karst Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-leang, Kabupaten Maros. Lokasi tersebut juga telah dijadikan posko Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Baca juga: Gubernur Khofifah Bersama Kepala Basarnas Tinjau ASDP Ketapang, Pastikan Kelayakan Armada

“Upaya pencarian lanjutan direncanakan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA,” ujar Lukman dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

Pada Sabtu (17/1), Ditjen Perhubungan Udara menerima laporan awal mengenai hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT), pemegang Sertifikat Operator Pesawat Udara (AOC) 034.

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut tengah melayani penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG), dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Lukman menjelaskan, berdasarkan kronologi terakhir, pada pukul 04.23 UTC pesawat mendapatkan instruksi dari Air Traffic Control Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu 21 Bandara Sultan Hasanuddin.

Namun, saat proses pendekatan, pesawat terdeteksi berada di luar jalur yang seharusnya. ATC kemudian memberikan arahan koreksi posisi agar pesawat kembali ke jalur pendekatan sesuai prosedur.

“ATC telah menyampaikan sejumlah instruksi lanjutan, namun setelah arahan terakhir tersebut, komunikasi dengan pesawat terputus,” kata Lukman.

Baca juga: Nelayan Sumenep Berhasil Diselamatkan UsaiDiserang Ikan Hiu

Menyikapi situasi tersebut, ATC langsung menetapkan status darurat DETRESFA (Distress Phase) sesuai prosedur yang berlaku. AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros melalui Kapolsek Bandara untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan.

Bandara Sultan Hasanuddin Makassar juga telah menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat informasi dan koordinasi.

Selain itu, AirNav Indonesia tengah mempersiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait aktivitas pencarian dan penyelamatan.

“Jumlah orang di dalam pesawat dilaporkan sebanyak 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang,” ujar Lukman.

Baca juga: Operasi SAR Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Resmi Ditutup, Pencarian dan Penyelamatan Sudah Selesai

Informasi awal mengenai kondisi cuaca menunjukkan jarak pandang sekitar delapan kilometer dengan cuaca relatif cerah dan sedikit berawan di sekitar lokasi kejadian.

“Data cuaca tersebut masih akan dikonfirmasi lebih lanjut melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),” tambahnya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

“Pembaruan informasi akan disampaikan secara berkala sesuai dengan perkembangan resmi di lapangan,” tutup Lukman.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru