Antisipasi Penyebaran Super Flu, Dinkes Bojonegoro Anjurkan Warga Lakukan Vaksinasi Influenza

Reporter : M Nur Afifullah
IMBAUAN: Kepala Dinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, saat memberikan penjelasan terkait langkah mitigasi penyebaran virus Super Flu di wilayah Bojonegoro. (Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi penyebaran virus "Super Flu". Selain menjaga daya tahan tubuh, warga sangat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi influenza sebagai langkah pencegahan dini.

Kepala Dinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus Super Flu di wilayah Bojonegoro. Meski demikian, langkah preventif perlu diperketat mengingat virus tersebut dilaporkan telah menjangkiti warga di beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Baca juga: Demo Ricuh di Dinas Pertanian Sampang, Mahasiswa Tuntut Mafia Pupuk Ditindak dan Usut Hilangnya Hand Traktor

“Di Bojonegoro memang belum ada laporan kasus, tetapi pencegahan harus dilakukan sejak dini. Salah satunya dengan vaksinasi influenza untuk meningkatkan kekebalan tubuh,” ujar Ninik, Rabu (14/1/2026).

Ninik menjelaskan bahwa vaksin influenza memiliki efektivitas yang baik dalam mengurangi risiko penularan serta meringankan gejala bagi mereka yang terinfeksi. Ia juga menegaskan perbedaan mendasar antara vaksin influenza dan vaksin COVID-19.

“Vaksin influenza tidak seperti vaksin COVID-19. Cukup diberikan satu kali, dan manfaatnya sangat terasa untuk mengurangi keparahan gejala apabila seseorang terpapar virus tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Ekonomi Nasional Menguat, Arus Peti Kemas Pelindo Terminal Petikemas Tumbuh 6,87 Persen di 2025

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan ini, vaksin influenza sudah tersedia di sejumlah klinik di Bojonegoro, termasuk di RSUD Sosodoro Djatikoesoema yang telah mengantongi izin pelayanan vaksin internasional.

Virus Super Flu dikenal lebih berbahaya bagi kelompok rentan, terutama individu yang memiliki penyakit penyerta (komorbid). Mutasi pada virus ini menyebabkan gejala yang ditimbulkan bisa lebih berat dibandingkan flu biasa.

Beberapa gejala yang patut diwaspadai masyarakat seperti tubuh terasa lemas dan nyeri otot, demam tinggi dan pusing, batuk, pilek, serta sakit tenggorokan, bahkan hingga sesak napas pada kondisi parah.

Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai

Sebagai upaya menekan angka penularan, Ninik menyarankan warga yang mengalami gejala ringan untuk segera melakukan isolasi mandiri dan tetap disiplin mengenakan masker di dalam rumah maupun saat terpaksa berinteraksi.

“Namun, jika demam tidak kunjung turun (tinggi), apalagi disertai sesak napas, jangan menunda untuk segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat,” pungkasnya.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru