Tembus Arus Menggunakan Perahu, Tim Siaga Bencana Nurul Hayat Pasok Makanan untuk Korban Banjir Lamongan

Reporter : Rozy
Tim Siaga Bencana Nurul Hayat (NH) Gresik bergerak cepat menembus wilayah terdampak paling parah untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terisolasi.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamongan kian memprihatinkan. Hingga Selasa (13/1/2026), debit air belum menunjukkan tanda-tanda surut, bahkan di beberapa titik ketinggian air terus merangkak naik.

Merespons kondisi darurat tersebut, Tim Siaga Bencana Nurul Hayat (NH) Gresik bergerak cepat menembus wilayah terdampak paling parah untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terisolasi.

Baca juga: Perkuat Investasi Sektor Industri, Wakil Bupati Lamongan Terima Audiensi Perusahaan EPCM Australia PT Rexline Engineerin

Dua lokasi dengan kondisi terberat berada di Dusun Beneran (Desa Kepudibener, Kecamatan Turi) dan Dusun Dondoman (Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah). Di kedua wilayah ini, ketinggian air terpantau berkisar antara 60 hingga 80 sentimeter.

Lumpuhnya jalur darat memaksa tim relawan menggunakan perahu nelayan sebagai satu-satunya akses untuk menjangkau pemukiman warga. Jarak tempuh yang jauh dan arus air yang cukup deras menjadi tantangan tersendiri dalam misi kemanusiaan ini.

Dalam aksi tersebut, Nurul Hayat Gresik memfokuskan bantuan pada pendistribusian makanan siap saji. Langkah ini diambil karena warga sudah tidak mungkin melakukan aktivitas dapur secara mandiri.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Super Flu, Dinkes Bojonegoro Anjurkan Warga Lakukan Vaksinasi Influenza

“Hari ini kami distribusikan makanan siap saji, karena sebagian besar warga tidak bisa memasak akibat dapur mereka terendam banjir. InsyaAllah, setelah proses assessment ini selesai, akan ada bantuan lanjutan yang kami salurkan,” ungkap Sholikhul Amin, Kepala Cabang Nurul Hayat Gresik.

Banjir yang telah berlangsung hampir satu bulan ini tidak hanya merendam hunian, tetapi juga melumpuhkan ekonomi warga yang mayoritas merupakan petani tambak.

Sunaryo, Ketua RT Dusun Dondoman, menceritakan kepedihan warga yang kini kehilangan penghasilan.

Baca juga: Populasi Kabupaten Sampang Terus Tumbuh, Bertambah 12 Ribu Jiwa dalam Satu Semester

“Banjir di sini sudah hampir satu bulan dan hari ini air justru terus naik. Tambak-tambak warga sudah terendam semua, tidak ada lagi yang bisa dipanen. Kami sangat berharap bantuan terus mengalir karena warga tidak bisa bekerja,” ujarnya lirih.

Hingga saat ini, Tim Siaga Bencana Nurul Hayat Gresik masih terus bersiaga di lokasi untuk mendata kebutuhan mendesak lainnya, seperti obat-obatan dan perlengkapan kebersihan. Pihak Nurul Hayat juga mengajak masyarakat luas untuk turut peduli dan mendoakan para korban agar bencana ini segera berlalu.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru