Urai Kemacetan Gresik Utara, Jalan Menuju KEK JIIPE Manyar Diperlebar Sepanjang 1,7 KM

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali resmi memulai proyek pelebaran jalan di wilayah Kecamatan Manyar hingga akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

KLIKJATIM.Com | Gresik – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim–Bali resmi memulai proyek pelebaran jalan di wilayah Kecamatan Manyar hingga akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik.

Proyek strategis sepanjang 1,7 kilometer ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas sekaligus menunjang mobilitas masyarakat di wilayah Gresik Utara yang kian padat.

Baca juga: Perkuat Investasi Sektor Industri, Wakil Bupati Lamongan Terima Audiensi Perusahaan EPCM Australia PT Rexline Engineerin

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi dan industri yang sangat pesat di kawasan Manyar. Selain itu, proyek ini menjadi solusi antisipatif untuk meminimalkan kemacetan yang kerap terjadi di titik-titik penyempitan jalan, terutama yang berdekatan dengan area jembatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 BBPJN Jatim–Bali, Yudi Dwi Prasetya, menjelaskan bahwa penyesuaian lebar jalan ini akan membuat arus kendaraan mengalir lebih optimal.

“Rencananya pelebaran jalan dilakukan sepanjang 1,7 kilometer. Tujuannya agar mobilitas masyarakat dan akses menuju KEK Gresik semakin lancar. Dengan pelebaran ini, kemacetan yang sering terjadi diharapkan bisa diminimalisir,” ujar Yudi, Jumat (9/1/2026).

Terkait pelaksanaan teknis di lapangan, Camat Manyar Hendriawan Susilo menegaskan bahwa tanah galian hasil proyek tersebut tidak diperjualbelikan. Material urukan akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan publik, salah satunya untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) serta kebutuhan urukan lahan di sejumlah desa di Kecamatan Manyar.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Super Flu, Dinkes Bojonegoro Anjurkan Warga Lakukan Vaksinasi Influenza

“Tanah galian hasil pelebaran nanti akan digunakan untuk urukan. Tidak ada jual beli. Hasil urukan ini dari negara dan untuk negara. Di Kecamatan Manyar, dari total 23 desa, hampir sembilan desa di antaranya sedang membutuhkan urukan lahan,” tegas Hendriawan.

Dukungan terhadap proyek ini juga datang dari pihak pengelola KEK JIIPE. PT BKMS selaku pengelola bersama Administrator KEK Gresik telah menyiapkan berbagai langkah pendukung, mulai dari pemasangan CCTV di area entrance, perbaikan rambu, hingga pemeliharaan sistem APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas).

Direktur Utama PT BKMS, Bambang Soetiono, menyatakan komitmennya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar kawasan industri.

Baca juga: Populasi Kabupaten Sampang Terus Tumbuh, Bertambah 12 Ribu Jiwa dalam Satu Semester

“PT BKMS berkomitmen menjaga keberlangsungan operasional APILL, termasuk dukungan pemeriksaan berkala, pemeliharaan, serta penanganan teknis apabila terjadi gangguan, demi menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” pungkas Bambang.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, otoritas kecamatan, dan pelaku industri, proyek pelebaran jalan ini diharapkan dapat memperkuat daya saing investasi di KEK Gresik sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna jalan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru