Targetkan Angka Kemiskinan Turun ke 11,95 Persen, Pemkab Lamongan Perkuat Strategi Lintas Sektor

Reporter : Rozy
Ketua TKPKD Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, saat menjelaskan fokus utama tahun ini.

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan mengawali tahun 2026 dengan langkah konkret dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Melalui rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang digelar pada Selasa (6/1/2026) di Gedung Pemkab Lamongan, pemerintah setempat menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Ketua TKPKD Kabupaten Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menjelaskan bahwa fokus utama tahun ini adalah memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat dalam memeratakan ekonomi dari tingkat paling bawah.

Baca juga: Dukung Program Presiden, Wabup Alif Resmikan SPPG GMMS yang Diberdayakan Relawan Lokal

"Pengentasan kemiskinan merupakan salah satu isu strategis nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto nomor 6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan," ujar sosok yang akrab disapa Mas Dirham tersebut.

Data menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Lamongan terus mengalami tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, angka kemiskinan berada di level 12,42 persen, kemudian menurun menjadi 12,16 persen pada tahun 2024, dan kembali melandai ke angka 12,03 persen pada tahun 2025.

Berdasarkan capaian positif tersebut, Mas Dirham menetapkan target ambisius agar angka kemiskinan pada tahun 2026 dapat ditekan hingga menyentuh 11,95 persen.

Baca juga: Jaga Stok Darah Awal Tahun, Ratusan Karyawan KEK JIIPE Gresik Gelar Aksi Donor Darah

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Lamongan telah menyiapkan serangkaian program integratif. Di sektor kesehatan, fokus diarahkan pada pengelolaan layanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan transportasi rujukan, layanan bayi baru lahir, hingga pengelolaan gizi masyarakat dan kesehatan lingkungan.

Upaya ini juga mencakup promosi kesehatan serta penanganan penyakit menular dan tidak menular guna memastikan sumber daya manusia yang produktif.

Selain kesehatan, ketahanan pangan juga menjadi pilar utama. Strategi yang disiapkan meliputi penyediaan infrastruktur ketersediaan pangan, edukasi pola makan beragam, pemanfaatan pekarangan rumah, hingga pemantauan stok pangan di pasar secara rutin.

Baca juga: Konvoi Bawa Sajam dan Resahkan Warga, 20 Oknum Pendekar di Sidoarjo Diringkus Polisi

Upaya administratif pun tidak luput dari perhatian, seperti percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil bagi keluarga terdampak stunting.

Melalui kolaborasi lintas dinas dan sinkronisasi data yang akurat, Pemkab Lamongan optimis bahwa target penurunan kemiskinan tahun ini dapat tercapai, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat desa menuju kemandirian yang lebih kokoh.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru