KLIKJATIM.Com | Blitar - Di saat pandemi virus corona, ternyata masih dimanfaatkan sebagian orang untuk berkumpul dan pesta minuman keras oplosan di Blitar. Akibatnya 9 orang warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar tewas akibat keracunan miras oplosan yang berlangsung dua hari dua malam.
[irp]
Baca juga: Polda Jatim Ungkap Sindikat Curanmor di Pasuruan Dibongkar, Tiga Tersangka Diamankan
Para korban yang meregang nyawa itu masing-masing Monar (43) dan Agus Widodo (40). keduanya warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan. Sementara dari lokasi lain yakni di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan juga ada korban tewas empat orang yakni Moh Rifai, Joko, Wahyu Cahyono, Sunarto. serta Suwoko. Sedangkan di warga Desa Darungan yang meninggal dunia ada dua yakni Darungan itu Sutrisno dan Sunarmarlin meninggal di RS Aminah.
Menurut Sugiono, Perangkat Umum (Paur) Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, peta miras digelar sejak Kamis (30/4) malam. Dalam pesta miras itu ada lima warganya yang meninggal secara beruntun sejak Minggu (3/5) sampai terakhir Selasa (5/5/2020) malam.
"Meninggalnya ada yang di rumah sakit, ada yang di rumah. Mereka itu WC, MR, J, S yang dimakamkan tadi malam dan SW ini mau autopsi di RS Mardi Waluyo Kota Blitar," imbuh Sugiono seperti dikutip Detiknews.com.
Sementara itu ada dua warga lainnya masih dirawat di RS Medika Kanigoro, masing-masing W dan S. "Yang dari Darungan itu S dan SM. Keduanya meninggal di RS Aminah tanggal yang sama 5 Mei. Hanya yang satu siang, satunya malam," imbuhnya.
Baca juga: Lapas Blitar Gagalkan Penyelundupan 950 Pil Koplo
[irp]
Sementara itu Kades Rejowinangun, Bagas Wigasto menjelaskan, pesta miras berlangsung sejak Sabtu (2/5) malam di rumah warganya berinisial M. Saat itu ada tujuh orang yang meminum miras jenis oplosan yang dibeli dari pedagang berinisial L, warga Plosorejo tetangga Desa Rejowinangun.
Pada Senin (4/5) peserta pesta miras mulai mengeluhkan mual dan pusing berkepanjangan. "Tanggal 3 dan 5 Mei yang meninggal dari Rejowinangun ada dua. Yakni M dan AW . Kemudian yang masih dirawat itu anak M berinisial A dan temannya I," kata Bagas
Baca juga: KA Dhoho Hantam Truk Muatan Pasir Mogok di Perlintasan Sanan Wetan Blitar
[irp]
Wadir Pelayanan dan Penunjang RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Herya Putra membenarkan jika pihaknya merawat empat pasien asal Kecamatan Kademangan. Yang dua telah meninggal dunia dan dua lainnya masih dirawat. "Sementara karena intoksikasi curiga metanol Mbak. Di Mardi Waluyo ada 4 pasien, 2 meninggal, 2 rawat inap kondisi baik," kata dr Herya.
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Baralangi menyatakan, peserta pesta miras mencampurkan sejumlah serbuk energi ke dalam miras oplosan. Hingga kini Polres Blitar masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penjual miras oplosan tersebut. (hen)
Editor : Redaksi