KLIKJATIM.Com | Sumenep - Musibah kebakaran kembali melanda kawasan pertokoan di Dusun Larangan, Desa Ketawang Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Kamis (23/10) pagi.
Dalam waktu kurang dari satu jam, si jago merah melumat habis lima toko hingga hanya menyisakan puing-puing.
Baca juga: Hak Abdul Hamid Pulih, BRI Kembalikan SK Pensiun dan Hentikan Potongan Kredit
Insiden bermula sekitar pukul 07.00 WIB, ketika seorang warga, Moh. Faris (39), melihat asap mengepul dari sebuah toko onderdil yang masih tertutup.
“Saya lihat asap keluar dari atap, lalu terdengar suara ledakan kecil,” kata Faris saat ditemui di lokasi, Kamis (23/10).
Kepanikan pun melanda warga sekitar. Mereka berupaya membuka pintu toko yang terkunci, namun api sudah terlanjur membesar.
“Belum sempat disiram, kobaran api langsung menjalar ke bangunan sebelahnya,” tutur H. Moh. Nur (65), saksi lain di lokasi kejadian.
Tak butuh waktu lama, api merembet ke empat bangunan lainnya yang saling berdempetan. Di antara yang hangus terbakar adalah toko jamu milik Umar, toko sembako milik Umri dan Zaihulanam, serta toko sandal milik Ilyas.
Sekitar pukul 08.00 WIB, empat unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Damkar Sumenep tiba di lokasi. Namun, petugas sempat mengalami kesulitan menembus pekatnya asap dan reruntuhan bangunan yang terbakar.
Baca juga: PAN Sumenep Perkuat Struktur hingga Desa, 500 Relawan Dikukuhkan
Setelah berjibaku hampir dua jam, api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya menjelang pukul 09.00 WIB.
“Proses pendinginan dilakukan sampai sekitar jam sebelas siang untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,” ujar salah satu anggota tim pemadam di lokasi.
Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengungkapkan, bahwa hasil penyelidikan awal menunjukkan indikasi kuat kebakaran dipicu korsleting listrik dari toko onderdil milik Ahmad Izzi.
“Tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar,” kata Widiarti.
Baca juga: Terungkap di Sidang Korupsi, 133 Kuota BSPS Kediri Dipindah ke Sumenep
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, petugas memasang garis polisi di sekitar area kebakaran. Hingga kini, aparat masih mengumpulkan keterangan dari pemilik toko dan warga sekitar guna memastikan sumber api pertama kali muncul.
Kawasan pertokoan tersebut kini tinggal menyisakan arang dan puing. Aroma hangus masih tercium, sementara para pemilik toko tampak hanya bisa pasrah menyaksikan sisa tempat usaha mereka yang telah menjadi abu.(ris)
Editor : Hendra