KLIKJATIM.Com | Sampang — Proyek pembangunan jembatan penghubung utama di Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, senilai Rp2,186 miliar, dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu.
Jubri, warga setempat, mengatakan bahwa jembatan tersebut menjadi akses vital bagi aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat. Namun, cuaca yang kerap hujan membuat pekerjaan di lapangan sering terhenti.
Baca juga: Hapus Kekerasan di Sekolah, K3S Pangarengan Sampang Siap Jalankan Aturan Baru Menteri
“Kalau sudah hujan, pasti berhenti kerja. Akhir-akhir ini cuaca sering mendung, jadi kami khawatir pembangunan tidak selesai tepat waktu,” ujar Jubri, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, jembatan Daleman merupakan jalur penghubung antarwilayah yang setiap hari digunakan warga. Selama proyek berlangsung dan ketika hujan menyebabkan luapan air, warga terpaksa menggunakan akses sementara dari batang kayu. Namun, jalur itu belum optimal karena tidak dapat dilalui kendaraan.
Baca juga: Kemenag Sampang Dukung Langkah Disdik Benahi Kualitas Pendidikan Pasca Isu Viral
“Yang paling kami takutkan, banjir datang duluan sebelum jembatan jadi. Soalnya akses ke pasar dan sekolah lewat sini semua,” keluhnya.
Baca juga: Menkeu Soroti Bojonegoro Simpan Sisa Anggaran Triliunan: Uang Mengendap Tak Berdampak EkonomiMenanggapi kondisi tersebut, Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang, Aang Djunaidi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung ke lokasi proyek. Dari hasil pemantauan, progres pembangunan dinilai masih jauh dari target.
“Progresnya masih rendah. Kami sudah memberikan peringatan kepada pihak kontraktor agar mempercepat pekerjaan di semua titik proyek. Kalau tetap molor dari jadwal, sanksi akan diberikan sesuai aturan,” tegasnya.
Berdasarkan kontrak kerja, seluruh proyek pembangunan jembatan di Kabupaten Sampang harus rampung sebelum 24 Oktober 2025. Jika melewati batas waktu, kontraktor pelaksana akan dikenai denda harian sesuai ketentuan.
“Dendanya bisa mencapai Rp 2 juta per hari, tergantung nilai kontraknya. Kami berharap pekerjaan bisa diselesaikan tepat waktu agar masyarakat segera merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar