KLIKJATIM.Com | Surabaya – Nahdlatul Ulama (NU) sejak awal berdiri dilahirkan oleh para ulama dan cendekiawan pesantren yang memiliki kepedulian mendalam terhadap persoalan masyarakat pada zamannya.
Semangat itu kembali ditegaskan dalam pelantikan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Airlangga yang berlangsung di Gedung Monumen Resolusi Jihad, Surabaya, Sabtu (13/9/2025).
Wakil Ketua Umum PP ISNU, Prof. M. Mas’ud Said, dalam sambutannya mengingatkan bahwa pengurus PCI ISNU Airlangga adalah penerus perjuangan para muassis NU. “Kita yang hadir dan dilantik hari ini bukan hanya sekadar pengurus, tetapi juga pewaris tanggung jawab sosial dan keilmuan dari para pendiri NU,” tegasnya.
PCI ISNU Airlangga kini dipimpin oleh Dr. Abdulloh Machin sebagai ketua, didampingi Dr. Fatin Fadhillah Nasib sebagai sekretaris. Jajaran pengurus turut diperkuat sejumlah akademisi dan tokoh intelektual, di antaranya Dr. Listiyono Santoso, Prof. Dr. Imron Mawardi, serta berbagai cendekiawan lain.
Acara pelantikan dihadiri pula oleh Prof. Dr. KH M. Afif Hasbullah (Plt Ketua PW ISNU Jatim), Muhammad Dawud (Sekretaris PW ISNU Jatim), Riadi Ngasiran (Ketua Lesbumi PWNU Jatim), dan Dr. Abdul Qodir (Wakil Ketua PCNU Kota Surabaya). Mereka menegaskan pentingnya kerja keras ISNU bersama badan otonom NU lainnya demi kemajuan organisasi di masa mendatang.
Baca juga: Gubernur Jatim, Khofifah: Program RTLH Jember 158 RumahProf. Mas’ud Said, yang juga Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma), mengajak ISNU untuk aktif menggerakkan dakwah digital serta membangun kontribusi nyata di masyarakat perkotaan. Ia menyinggung buku yang ia susun bersama tim berjudul “Peta Jalan NU di Abad Kedua” yang berisi delapan program strategis NU. Beberapa di antaranya adalah:
1. Penguatan manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah dan penyebarannya di luar komunitas NU
2. Kaderisasi berjenjang dan terpadu
3. Penguatan jam’iyah NU secara sektoral dan kewilayahan
4. Digitalisasi dan penguasaan teknologi informasi dalam organisasi.
Sementara itu, Prof. KH. M. Afif Hasbullah menekankan bahwa warga NU kini tampil dengan identitas yang lebih terbuka dan berperan aktif di tengah masyarakat. “Bukan lagi seperti masa Orde Baru, warga NU sekarang hadir dengan kapasitasnya masing-masing dan memberi warna bagi bangsa,” ujarnya.
Rangkaian acara pelantikan ditutup dengan rapat kerja serta stadium general yang disampaikan oleh Prof. Muhammad Amin Alamsyah, Wakil Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar