Pemkab Gresik Tegaskan Komitmen Hidupkan Koperasi Merah Putih di Desa

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Gresik — Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menghidupkan Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh desa. Hal ini disampaikannya saat membuka pleno Tim Pendampingan KMP Gresik, Rabu (13/8), yang dihadiri perwakilan dari lima perguruan tinggi dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

“Kehadiran kita di sini adalah wujud konsen terhadap program Presiden dan Bupati. Pak Bupati menginginkan Koperasi Desa Merah Putih benar-benar hidup di Kabupaten Gresik. Karena itu, kami berharap proposal bisnis dan seluruh rencana yang dimatangkan tim ini benar-benar dapat dijalankan, bukan sekadar konsep yang sulit direalisasikan,” tegas Wabup Alif.

Baca juga: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban untuk Masyarakat di 19 Provinsi pada Iduladha 1447 H

Tim Pendampingan KMP Gresik ini digawangi oleh Rian Pramana Suwanda dan melibatkan lima perguruan tinggi: Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Qomaruddin, Universitas Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, dan Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI).

Pendampingan akan mencakup pemetaan potensi desa, penyelarasan proses bisnis, penguatan kelembagaan koperasi, hingga pembukaan akses pendanaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dana desa, CSR perusahaan, dan kemitraan swasta.

Baca juga: Dzikir dan Tazkiyatun Nafs Jadi Terapi Spiritual Warga Sedagaran untuk Jaga Kesehatan Mental

Wabup Alif menekankan bahwa pendampingan ini harus menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan. Ia berharap proposal bisnis dan rencana aksi yang dirumuskan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan.

Baca juga: 100 Hari Kerja Yani-Alif Sukses Jalankan Program Kesejahteraan Bagi Warga Gresik
“Bekerjalah sebagai tim. Data yang diperoleh dari lapangan harus diolah bersama, sehingga terbangun kerja tim dan terjadi pertukaran pengetahuan antarperguruan tinggi serta para pendamping lainnya,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang bertindak sebagai coach utama dalam program ini, memastikan arah pendampingan KMP tetap sejalan dengan visi pembangunan daerah. Program KMP sendiri merupakan bagian dari strategi menjadikan koperasi sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi desa, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.

Baca juga: SIG dan BRIN Perkuat Kolaborasi Riset untuk Hadirkan Material Bangunan Ramah Lingkungan

Koperasi Merah Putih diharapkan mampu mengelola potensi lokal secara optimal—mulai dari sumber daya pesisir, hutan, air, hingga pengembangan energi alternatif, wisata desa, industri kreatif, dan usaha berbasis syariah.

Berdasarkan data Dinas Koperasi Kabupaten Gresik, saat ini terdapat 1.569 koperasi, dengan 816 di antaranya aktif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 344 koperasi desa berpotensi menjadi embrio KMP. Melalui pendampingan yang terstruktur, KMP diharapkan mampu meningkatkan Return on Investment (ROI) dan Return on Assets (ROA) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sekaligus membuka lapangan kerja dan memperkuat perekonomian lokal. (qom)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru