Perbatasan Bojonegoro Dijaga, Nekat Mudik Disuruh Putar Balik

klikjatim.com
Petugas memeriksa seluruh kendaraan yang keluar masuk Kabupaten Bojonegoro. (Nur Afifullah/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Warga Bojonegoro yang ingin mudik perlu berpikir dua kali. Sebab, di setiap perbatasan petugas bersiaga menghadang para pemudik. Jika nekat, dipastikan akan disuruh putar balik.

Saat ini, petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan telah bersiaga di pos chek poin setiap perbatasan. Di antaranya di Kecamatan Margomulyo yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, Kecamatan Padangan perbatasan Cepu dan Kecamatan Baureno perbatasan Lamongan.

Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026

[irp]

Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Mohammad Amirul Hakim mengatakan, tujuan chek poin di perbatasan itu untuk mengahdang para pemudik sesuai anjuran pemerintah. Hal itu dilakukan untuk memutus mata rantai persebaran virus corona atau covid-19 di Bojonegoro.

"Bersama instansi terkait kami melakukan pemeriksaan kendaraan dan juga pengemudiknya di setiap pos pemeriksaan perbatasan yang sudah didirikan di tiga lokasi," katanya, di Bojonegoro, Senin (27/4/2020).

Dijelaskan Amirul, setiap kendaraan yang melintas baik roda dua maupuan roda empat atau lebih terutama berpelat nomor polisi luar daerah, akan langsung diberhentikan untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga: Riding Malam Hari? Perhatikan Enam Poin Penting Ini Agar Tetap #Cari_Aman di Jalan

Pemeriksaan yang dilakukan petugas, lanjut dia, itu meliputi meminta pengendara menunjukkan kartu identitas dan surat kendaraan.

“Pemeriksaan kesehatan dengan memeriksa suhu tubuh sopir dan penumpang, menyemprot disinfektan barang bawaan, dan menyarankan memakai masker,” tambah dia. 

[irp]

Baca juga: Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas

Selain itu, lata Amirul, petugas juga melakukan pendataan mulai dari daerah asal hingga tujuan. Beberapa pengendara yang berniat mudik diminta petugas dan diarahkan untuk putar balik. Jika diketahui ada masyarakat yang mudik, dengan terpaksa petugas memberikan pengertian yang humanis mengarahkan untuk putar balik dan menunda mudik sementara waktu. 

"Ini semua demi keselamatan bersama agar pendemi Covid-19 ini bisa segera berakhir," pungkas AKP Amirul. (mkr)

Editor : M Nur Afifullah

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru