KLIKJATIM.Com | Jember - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanjung dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Kamis (31/7/2025). Dalam sidak tersebut, Khofifah mendapati beras medium tidak tersedia di pasar.
Kegiatan sidak dimulai dari Pasar Tanjung Jember. Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Jember, Dandim 0824 Jember, serta sejumlah pejabat dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, memantau langsung ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya beras.
Saat berdialog dengan para pedagang, Khofifah mendapati bahwa beras yang dijual di pasar merupakan jenis premium. Tidak ada beras medium yang dinilai lebih terjangkau oleh masyarakat.
Baca juga: Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu
“Sekarang suplainya, suplai untuk logistik. Terkait dengan beras premium, di sini rupanya premium semua. Berarti ada kebutuhan medium. Beras medium pasti lebih murah, dan banyak masyarakat yang sesungguhnya kemampuannya itu pada pembelian beras medium,” kata Khofifah kepada wartawan di Jember.
Khofifah menyoroti pentingnya peran Perum Bulog dalam mendistribusikan beras medium, terutama jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ia berharap distribusi beras medium ke pasar-pasar bisa lebih lancar dan berkelanjutan.
“Ini ada pimpinan Bulog di sini. Jadi bagaimana sirkulasi dan distribusi untuk beras medium, terutama SPHP, itu bisa disuplai lebih maksimal, lebih lancar, continuity-nya,” imbuhnya.
Setelah memantau Pasar Tanjung, Khofifah melanjutkan sidak ke SPBU di Jalan Gajah Mada, Kaliwates. Sidak ini dilakukan untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Jember mulai kembali normal, pasca terjadinya kelangkaan beberapa hari sebelumnya.
Baca juga: Antusias Warga Tinggi, Pendaftaran BPD Desa Jelbuk Belum Dibuka Sudah Banyak Peminat
“Nah dari BBM yang mengalami shortage (kekurangan, red) beberapa hari kemarin, saya ingin memastikan bahwa logistik terutama sembako ini aman. Insya Allah mulai kemarin suplai dari Pertamina sudah melebihi dari kapasitas yang dibutuhkan, dan hari ini juga demikian. Sehingga diharapkan proses normalisasi dari seluruh pemenuhan kebutuhan BBM untuk masyarakat Jember bisa berjalan seperti semula,” jelas Khofifah.
Khofifah juga menekankan bahwa kelancaran distribusi BBM dan logistik sangat berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Ia berharap tidak ada lagi kebijakan Work From Home (WFH) di Jember yang sebelumnya diberlakukan karena kelangkaan BBM.
“Kalau sudah seperti itu, kita berharap anak-anak bisa belajar seperti semula, dan tidak ada WFH lagi. Karena ini akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi Jember. Jadi semua harus kita jaga,” ujarnya.
Baca juga: Dokter Hewan Asal Belanda Soroti Risiko Serius Digigit Monyet
Gubernur juga mendorong adanya koordinasi yang lebih intensif antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Jember dengan Bulog Jember, guna memastikan ketersediaan dan distribusi pangan, terutama beras medium, bisa menjangkau konsumen secara merata.
“Stoknya aman, tinggal bagaimana dari Bulog kemudian bisa didistribusikan ke pasar-pasar sampai kepada konsumen. Pemenuhannya harus sesuai permintaan, dan verifikasinya juga harus jelas. Ini semua perlu koordinasi yang terus di-update,” pungkasnya. (ris)
Editor : Muhammad Hatta