KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan aplikasi program Smart Kampung untuk mendata setiap warga Banyuwangi dan pendatang yang hendak masuk ke wilayah tersebut. Data warga dan pendatang bakal diinput dalam basis data yang akan dilink ke seluruh desa dan kelurahan.
[irp]
Baca juga: Bupati Ipuk : Peran Diaspora Penting Dalam Bangun Kabupaten Banyuwangi
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi dalam beberapa hari ini menerapkan pendataan berbasis online di sejumlah pintu masuk di kabupaten tersebut. Pendataan online membuat pemantauan warga pendatang yang dikategorikan sebagai Orang dengan Risiko (ODR) yang harus menjalani isolasi mandiri 14 hari lebih mudah dilakukan," kata Bupati Banyuwani, Abdullah Azwar Anas .
Dikatakan, sistem kerja aplikasi ini akan memindai pendatang masuk melalui scaning KTP elektronik. Selanjutnya data masuk ke server dikirimkan ke jaringan Smart Kampung yang ada di desa dan kelurahan. Operator Smart Kampung di desa dan kelurahan mendapat notifikasi secara real time ketika ada warganya yang baru datang.
Disebutkan, beberapa akses dan pintuk masuk Kabupaten Banyuwangi sudah ditempatkan perangkat teknologi informasi. Selain pendataan online, para pendatang juga menjalani pemeriksaan sesuai protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh.
[irp]
Baca juga: LPG Melon Langka di Banyuwangi, Pengecekan Kehabisan Stok
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Banyuwangi Budi Santoso menambahkan, dari data tersebut, desa tak perlu lagi harus melakukan pemeriksaan ataupun ”kucing-kucingan” mencari warganya yang baru datang dari luar kota untuk melakukan karantina mandiri.
“Pada data online tersebut, juga tertera nomor handphone serta tempat yang akan didatangi. Jadi teman-teman di desa/kelurahan bisa melakukan pemantauan dengan efektif. Data ini juga ditembuskan ke camat untuk mengoordinasi penanganan pendatang di masing-masing wilayahnya,” ujarnya. (hen)
Editor : Abdus Syukur